Hampir
satu bulan setelah evaluasi kepengurusan di KAMMI UIN MALIKI Malang yang
digagas oleh para kader humas. Teringat kondisi para kader yang tidak sehat,
baik itu ruhaninya karena amanah yang diemban, sampai jasadiyah yang keaktifan
para kader yang semakin berkurang.
Ane
kecewa ketika kader sudah berinisiatif melakukan perbaikan internal, namun
tidak ada follow up dari BPH. Apakah BPH tidak mengaharapkan adanya evaluasi??
Sebelumnya ma’af klo’ memang ada kelancangan dari staff antum. Namun, tidak
bisa dipungkiri ketika kondisi saat ini sedang sakit tapi antum malah berusaha
buat menutupi. Bahkan ane sempat berfikir, buat apa sih DM1 pada akhirnya kader
yang baru pada kabur?? Buat apa capek-capek DF, tapi kondisi kader tidak sehat.
Ane
tidak sedang menghakimi BPH, atau siapapun yang merasa. Namun ane ingin jiwa
militansi yang dulu pernah antum tanam, supaya tumbuh lagi atau dapat berbuah.
Menghasilkan kader baru yang militan. Dauroh militansi yang dulu pernah ane
ikuti ternyata bisa membangkitkan stimulus ane yang saat itu belum mampu
sepenuhnya bertahan di KAMMI. Apakah perlu diadakan dauroh militansi lagi??
Atau perlu panitianya dari kepanduan??
#ups. Bahkan, sampai saat ini sepertinya belum ada charger yang cocok
buat antum. Apakah terlalu kebal dengan dauroh-dauroh?? Sehingga ketika dauroh
dianggap hanya sebuah permainan saja.
Sebuah
amanah yang kita semua emban itu bukan beban, melainkan tanggung jawab kita.
Apalagi kita berada di sebuah pergerakan. BUKAN HANYA ORGANISASI yang akan
lenyap ketika kita sudah lulus. Masih ingatkah dengan prinsip gerakan KAMMI??
1.
Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
2.
Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
3.
Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
4.
Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI
5.
Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI
6.
Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI
Apakah
itu hanya pada lini kampus saja?? TIDAK. KAMMI itu miliknya INDONESIA. Setelah
lulus pun antum masih bisa berada di KAMMI, tapi dengan satu syarat. Asalkan
antum CINTA INDONESIA untuk menjadikannya lebih baik.
Antum semua
pasti sudah lulus DM1. Masih hafalkah dengan visi dan misi KAMMI?? Tidak
ditanya pun pasti sudah faham.
Intinya,
KAMMI ini sebagai wadah perjuangan bagi calon pemimpin masa depan, bukan hanya
tempat menginap atau hanya bertegur sapa dengan kader tarbiyah. Ketika antum
diberi amanah, namun merasa tidak mampu. Saat itu juga antum belum bisa
mengenal KAMMI.
Entah
harus sampai kapan kondisi akan seperti ini. Apakah langkah kakiku akan
berhenti sejenak hanya untuk melihat kondisi yang sepeti ini?? ketika semua
orang sudah memiliki strategi perubahan untuk berlari mencapai garis finish,
kita disibukkan dengan hal-hal yang ada dalam diri “kami” sendiri.
Sempat
terdengar kabar bahwa kepengurusan kali ini akan dirombak, ya semoga kabar
tersebut tidak benar.
“Sungguh,
terlalu banyak tenaga kita yang telah habis karena kita sibuk bertikai satu
sama lain. Hanya karena perbedaan masalah-masalah yang furu’, kita sudah
mengangkat muka dari saudara kita. Kita tak mau lagi tersenyum. Kadang bahkan
tak mau saling berbalas salam. Padahal, tak ada perbedaan dalam akidah, tak
berbeda pula dalam masalah ibadah. Begitupun yang kita sembah, tak ada bedanya.
Atau jangan-jangan kita sebenarnya telah sibuk menyembah pikiran kita sendiri?”
(Mohammad Fauzil Adhim)
Semoga
perbedaan culture yang ada di kampus hijau semakin memperkuat ukhuwah dan
memiliki jiwa militansi untuk terus melakukan da’wah fardiyah J
Afwan
bila ada kata yang menyakitkan, disini ane sebagai jundi yang berusaha ingin
memperbaiki kampus hijau dan belajar untuk menCINTAi KAMMI ^_^