Selasa, 12 November 2013

Jeritan Hati Sang Jundi

Hampir satu bulan setelah evaluasi kepengurusan di KAMMI UIN MALIKI Malang yang digagas oleh para kader humas. Teringat kondisi para kader yang tidak sehat, baik itu ruhaninya karena amanah yang diemban, sampai jasadiyah yang keaktifan para kader yang semakin berkurang.
Ane kecewa ketika kader sudah berinisiatif melakukan perbaikan internal, namun tidak ada follow up dari BPH. Apakah BPH tidak mengaharapkan adanya evaluasi?? Sebelumnya ma’af klo’ memang ada kelancangan dari staff antum. Namun, tidak bisa dipungkiri ketika kondisi saat ini sedang sakit tapi antum malah berusaha buat menutupi. Bahkan ane sempat berfikir, buat apa sih DM1 pada akhirnya kader yang baru pada kabur?? Buat apa capek-capek DF, tapi kondisi kader tidak sehat.
Ane tidak sedang menghakimi BPH, atau siapapun yang merasa. Namun ane ingin jiwa militansi yang dulu pernah antum tanam, supaya tumbuh lagi atau dapat berbuah. Menghasilkan kader baru yang militan. Dauroh militansi yang dulu pernah ane ikuti ternyata bisa membangkitkan stimulus ane yang saat itu belum mampu sepenuhnya bertahan di KAMMI. Apakah perlu diadakan dauroh militansi lagi?? Atau perlu panitianya dari kepanduan??  #ups. Bahkan, sampai saat ini sepertinya belum ada charger yang cocok buat antum. Apakah terlalu kebal dengan dauroh-dauroh?? Sehingga ketika dauroh dianggap hanya sebuah permainan saja.
Sebuah amanah yang kita semua emban itu bukan beban, melainkan tanggung jawab kita. Apalagi kita berada di sebuah pergerakan. BUKAN HANYA ORGANISASI yang akan lenyap ketika kita sudah lulus. Masih ingatkah dengan prinsip gerakan KAMMI??
1. Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI
2. Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI
3. Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI
4. Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI
5. Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI
6. Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI
Apakah itu hanya pada lini kampus saja?? TIDAK. KAMMI itu miliknya INDONESIA. Setelah lulus pun antum masih bisa berada di KAMMI, tapi dengan satu syarat. Asalkan antum CINTA INDONESIA untuk menjadikannya lebih baik.
Antum semua pasti sudah lulus DM1. Masih hafalkah dengan visi dan misi KAMMI?? Tidak ditanya pun pasti sudah faham.
Intinya, KAMMI ini sebagai wadah perjuangan bagi calon pemimpin masa depan, bukan hanya tempat menginap atau hanya bertegur sapa dengan kader tarbiyah. Ketika antum diberi amanah, namun merasa tidak mampu. Saat itu juga antum belum bisa mengenal KAMMI.
Entah harus sampai kapan kondisi akan seperti ini. Apakah langkah kakiku akan berhenti sejenak hanya untuk melihat kondisi yang sepeti ini?? ketika semua orang sudah memiliki strategi perubahan untuk berlari mencapai garis finish, kita disibukkan dengan hal-hal yang ada dalam diri “kami” sendiri.
Sempat terdengar kabar bahwa kepengurusan kali ini akan dirombak, ya semoga kabar tersebut tidak benar.
“Sungguh, terlalu banyak tenaga kita yang telah habis karena kita sibuk bertikai satu sama lain. Hanya karena perbedaan masalah-masalah yang furu’, kita sudah mengangkat muka dari saudara kita. Kita tak mau lagi tersenyum. Kadang bahkan tak mau saling berbalas salam. Padahal, tak ada perbedaan dalam akidah, tak berbeda pula dalam masalah ibadah. Begitupun yang kita sembah, tak ada bedanya. Atau jangan-jangan kita sebenarnya telah sibuk menyembah pikiran kita sendiri?” (Mohammad Fauzil Adhim)
Semoga perbedaan culture yang ada di kampus hijau semakin memperkuat ukhuwah dan memiliki jiwa militansi untuk terus melakukan da’wah fardiyah J

Afwan bila ada kata yang menyakitkan, disini ane sebagai jundi yang berusaha ingin memperbaiki kampus hijau dan belajar untuk menCINTAi KAMMI ^_^