Jumat, 04 Desember 2015

Dilema Aktivis Pergerakan Masa Kini


Selamat datang di kota Malang, kota dengan sejuta sejarah yg membuat terpaku karena keindahannya. Tak ayal tempat ini menjadi tempat berlabuhku untuk menuntut ilmu, disini aku juga dipertemukan dengan sebuah pergerakan yg 17thn lalu telah resmi dan melalang buana di Indonesia terutama di kota Malang tempat ia di deklarasikan. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yg lahir tepat pada tgl 29 Maret 1998 di Universitas Muhammadiyah Malang. Ketika aku sudah beberapa bulan menginjakkan kakiku di kota ini, aku telah resmi menjadi anggotanya. Segala bentuk problem atau polemik yg ada di Negri ini menjadi 'makanan' sehari-hari yg aku santap. Informasi yg aku dapat semakin baru dan menarik untuk dibahas. Sesekali menghadiri diskusinya, baik itu diskusi offline ataupun online (ex: melalui WA). Seiring berjalannya waktu dan dengan informasi yg ada, saat ini saya sendiri sebagai kader KAMMI juga perlu 'mengejar bola' agar tidak ketinggalan informasi. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, kepengurusan berganti dan berganti lagi. Ntah, apa karna ini 'zaman' yg berbeda atau memang suhu Malang kurang bersahabat, saya melihat kader di Malang saat ini sedikit mengelus dada (semoga saja ini analisis yg salah). Saat ini kader2 dengan mudah mendapatkan informasi apapun melalui media online, bahkan diskusipun bisa melalui media online seperti WA (karna akibat super sibuknya kader kali yaa ^^). Tapi yg disayangkan ketika mereka sudah memiliki grup2 masing2 komsat atau daerah diskusinya menjadi beralih topik pembicaraan pribadi (read:nikah), hal ini menjadikan kondisi grup semakin rame dan mengalir begitu saja. Namun ketika membahas tentang Indonesia (read:politik) atau berita lainnya grupnya semakin seyap tak bernyawa. Ntah, apakah hanya menjadi dilema yg tertulis atau hanya hembusan angin Malang di malam hari.
Sekali lagi mungkin ini salah satu analisis saya yg kurang tepat atau bahkan salah, karena tulisan ini dibuat hanya untuk obat tidur sejenak :))
Salam Kammirema

Sabtu, 05 September 2015

1 Tahun Bersamamu

Berawal dari iseng suka nulis nggak jelas sampek bener-bener kepingin punya kumpulan tulisan yang mungkin sudah menjadi sarang laba-laba karna udah usang untuk dikunjungi. Entah ini hobi atau kebiasaanku yang suka dengan dunia maya, sampai dibilang kepo karna suatu hal. Menurutku itu fine-fine aja lah, khan masih jadi mahasiswa ababil eh labil maksudnya.
Oke, mulai serius…
Jadi gini ceritanya, sejak awal aku masuk KAMMI, eeaaa anak kammi. Aku selalu ada di departement humas, sampai ada yang bilang humas abadi (^0^). Aku sendiri juga nggak faham kenapa bisa di humas dan apasih uniknya dari humas, mungkin kerjaanku yang menjelajahi dunia maya udah kayak berseluncur di wahana-wahana yang bisa muter-muter.
Tahun 2014 aku dilantik sebagai sekdept humas, upss keceplosan…
Ibaratkan aku jadi emak-emak yang tiba-tiba kirim pesan untuk ikut ini itu, syuro ini itu. Ulalaaa jadi rajin typing nieh ceritanya, hahaha…
Humas itu harus update, tau kekinian, nggak gaptek, rajin nulis, dan masih banyak lagi klo disebutin semua rasanya nggak ada habisnya. Jadi anak humas itu asik gimana gituu, biar bermain sampai lelah, tapi ketika sudah lelah lupa yang lain. Hahaha… asik, pasti lah. Khan jadi orang kekinian (^0^) kok jadi nglantur kemana-mana .-.
Ketika berada di area ini yang pasti banyak pengalaman, jadi suka baca buku walaupun kadang ogah-ogahan. Intinya jadi humas itu jadi anak sosial banget deh, berbagai bidang dijelajahi kadang sampek bosen. Tapi jadi humas nggak melulu mainnya di dunia maya, tapi juga di perpus, ehh salah, maksudnya bisa maen kemana-mana juga kok, nggak kayak keong. Hehe
Belajar kayak gini itu kayak ada naluri, belajar secara otodidak, bebas dan kadang sampek nggak tau diri. Curhatku terlalu panjang, sudahi saja. Mulai serius yg ke-2
Periode 2014-2015 aku menjadi sekdept humas di KAMMI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tak terasa ini sudah akhir kepengurusanku. Pasti banyak kekuranganku sebagai sekdept humas, rasanya pengen mbrebes mili ketika mengingat apa yang aku lakukan selama ini. Apa yang harus aku pertanggung jawabkan selama satu tahun ini. Satu tahun itu berasa lama ketika bener-bener memahami yang namanya kammi, tapi bisa berasa cepet klo disini hanya sekedar main-main aja.
Anggap saja ini curhatanku selama satu tahun, walaupun masih banyak yang ingin diceritakan tapi sulit untuk diungkapkan. Maaf jika ada yang tidak suka dengan bahasaku yang agak alay atau apalah kalian menyebutnya. Tapi ini caraku bercerita ^^