Selamat datang di kota Malang, kota dengan sejuta sejarah yg membuat terpaku karena keindahannya. Tak ayal tempat ini menjadi tempat berlabuhku untuk menuntut ilmu, disini aku juga dipertemukan dengan sebuah pergerakan yg 17thn lalu telah resmi dan melalang buana di Indonesia terutama di kota Malang tempat ia di deklarasikan. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yg lahir tepat pada tgl 29 Maret 1998 di Universitas Muhammadiyah Malang.
Ketika aku sudah beberapa bulan menginjakkan kakiku di kota ini, aku telah resmi menjadi anggotanya. Segala bentuk problem atau polemik yg ada di Negri ini menjadi 'makanan' sehari-hari yg aku santap. Informasi yg aku dapat semakin baru dan menarik untuk dibahas. Sesekali menghadiri diskusinya, baik itu diskusi offline ataupun online (ex: melalui WA). Seiring berjalannya waktu dan dengan informasi yg ada, saat ini saya sendiri sebagai kader KAMMI juga perlu 'mengejar bola' agar tidak ketinggalan informasi. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, kepengurusan berganti dan berganti lagi. Ntah, apa karna ini 'zaman' yg berbeda atau memang suhu Malang kurang bersahabat, saya melihat kader di Malang saat ini sedikit mengelus dada (semoga saja ini analisis yg salah).
Saat ini kader2 dengan mudah mendapatkan informasi apapun melalui media online, bahkan diskusipun bisa melalui media online seperti WA (karna akibat super sibuknya kader kali yaa ^^). Tapi yg disayangkan ketika mereka sudah memiliki grup2 masing2 komsat atau daerah diskusinya menjadi beralih topik pembicaraan pribadi (read:nikah), hal ini menjadikan kondisi grup semakin rame dan mengalir begitu saja. Namun ketika membahas tentang Indonesia (read:politik) atau berita lainnya grupnya semakin seyap tak bernyawa. Ntah, apakah hanya menjadi dilema yg tertulis atau hanya hembusan angin Malang di malam hari.
Sekali lagi mungkin ini salah satu analisis saya yg kurang tepat atau bahkan salah, karena tulisan ini dibuat hanya untuk obat tidur sejenak :))
Salam
Kammirema