07 Januari 2016
Memulai Kehidupan Baru di Negri Orang
Bismillah
Mengawali hari berada di negri orang dan dua hari yang lalu sempat
singgah di Bangkok Thailand, namun saat ini saya sudah berada di Madrasah
Santisart yang berada di Pattani yang jauh dari peradaban kota. Jika menempuh
perjalanan darat dengan kereta api bisa mencapai 15jam lebih dari Bangkok ke
provinsi Chana kemudian dari Chana ke Pattani bisa ditempuh selama 2jam dengan
menggunakan kendaraan mobil.
3 hari sudah berlalu di Negri Thailand ini dan baru kemarin sore
sampai pada tempat singgah untuk melakukan pengabdian atau PKL (Praktek Kerja
Lapangan) di Negri Gajah ini yang insya Allah akan dilaksanakan sampai tanggal
29 Januari 2016. Sebelum berada di tempat singgah untuk mengabdi ketika di
Bangkok pada tanggal 4-5 Januari 2016 dan menginap di guest house muslim, saat
itu saya merasakan bahwa ketika berada di negri orang betapa pentingnya
mengetahui dan mengenal orang-orang muslim yang kita temui agar kita mudah
menemukan makanan yang halal dan bisa shalat dengan tenang.
Saat berada di Bangkok masih ada beberapa kedai yang penjualnya
orang muslim, jadi ketika mencari makanan yang halal mudah. Hal ini penting
kita ketahui karena memang hidup di negri orang yang masih muslim minoritas,
agar kita mudah ketika berinteraksi dengan orang lain.
Sampainya di tempat PKL tepatnya di Madrasah Santisart yang berada
di Provinsi Pattani, rombongan dari UIN Malang disambut oleh santri yang ada
disana dengan shalawat dan dijamu dengan makanan dan minuman. Alhamdulillah
disambut dengan baik oleh orang-orang yang ada Madrasah Santisart tersebut. Di
tempat ini ada siswa kelas 1 SMP yang tinggal di asrama layaknya anak pondok
jika di Indonesia.
Hari pertama bertemu dengan siswa-siswa disini yang mulai dari TK
(Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah dasar) hingga SMP (Sekolah Menengah Pertama)
yang hanya kelas . Pagi hari pukul 08.20 sebagian siswa ada yang baris-berbaris
dan ada juga yang melaksanankan sholat dhuha. Kemudian masuk ke kelasnya
masing-masing diawali dengan mengaji bersama ustadhah masing-masing kelas, dan
dilanjutkan belajar mengajar sesuai jadwal yang telah ada.
Saya mendapat bagian untuk mengajar mata pelajaran bahasa Arab
kelas 4/1,4/2,5,6 SD dan 1 SMP. Hari pertama ini diawali dengan agenda ta’aruf
di masing-masing kelas dengan didampingi oleh salah satu ustadhah, karena
mayoritas siswa masih belum bisa bahasa melayu ataupun bahasa Arab. Ketika
mulai jam mata pelajaran di kelas 6, saya juga didampingi oleh salah satu ustad
yang mengajar jam tersebut. Mengajarnya mulai dari jam 11.45 sampai 12.30 dan
saya isi dengan agenda ta’aruf bersama siswa sekitar 39 anak.
08 Januari 2016
Mengenal Berbagai Bahasa itu Menyenangkan
Pagi ini bertepatan dengan hari jum’at, semua siswa mengenakan
pakaian putih sedangkan siswinya berpakaian hitam. Berbeda dengan hari kemarin
yang semuanya mengenakan pakaian biru. Semuanya berbaris seperti biasanya dan
hari ini ada senam yang dipimpin oleh 2 orang dari mahasiswi UIN Malang.
Dilanjutkan agenda seperti biasanya mengajar ke kelas-kelas yang telah
ditetapkan. Namun, saya saat ini free tidak ada jadwal mengajar jadi membantu
teman di kelas untuk mengajar.
Ketika jam 10.15 sampai jam 11.00 mengajar di kelas 2, saat
mengajar di kelas 2 sangat berbeda ketika kemarin ta’aruf di kelas 4 SD sampai
1 SMP yang bisa diatur ketika pelajaran dan masih ada beberapa siswa yang paham
bahasa melayu atau bahasa inggris jadi sedikit mudah untuk mengelolanya. Akan
tetapi ketika mengajar di kelas 2 yang kondisi siswanya sangat rame dan susah
diatur terutama belum paham dengan bahasa Indonesia ataupun bahasa melayu jadi
harus benar-benar sabar ketika menghadapi siswa kelas 2.
Setelah itu saya dan teman saya berkunjung ke kelas 5 dan belajar
bahasa Thailand bersama mereka yang sedang kosong jam pelajarannya, ada
beberapa siswa yang bermain lompat tali dan ada beberapa yang menemani kami
untuk belajar bahasa Thailand yang tempatnya di depan kelas. Alhamdulillah
mereka sangat antusias ketika kami meminta untuk belajar bahasa Thailand,
bahkan kami diajari lagu dengan menggunakan bahasa Thailand.
Setelah itu pada jam 14.05 sampai jam 14.50 saya bersama
teman-teman mengajar di kelas 1, keadaannya tidak jauh berbeda dengan kelas 2
yang siswanya ramai dan terkadang susah diatur bahkan ada siswa yang keluar
kelas dan bermain-main sendiri. Namun, mereka juga antusias untuk belajar
walaupun keadaan kelasnya sangat ricuh.
Sebelum para siswa pulang ke rumahnya masing-masing, mereka
berkumpul di ruang terbuka sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Saya
mendapat bagian di kelompok green yang bertempat di lapangan sepak bola.
Beberapa siswa mendapat bagian untuk bermain sepak bola dan dibagi menjadi 2
kloter permainan. Kemudian para siswi bernyanyi bersama-sama dengan menggunakan
bahasa Thailand. Setelah itu mereka pulang, ada yang di jemput oleh orang
tuanya dan ada yang menggunakan mobil antar jemput.
Kami melakukan aktivitas seperti biasanya, namun sekolahan terlihat
sepi karena para siswa kelas 1 SMP yang tinggal di asrama pulang ke rumahnya
masing-masing. Akhirnya kami ditemani oleh orang yang memang tinggal di
madrasah.
09 Januari 2016
Mengenal Makanan yang Ada di Negri Gajah
Ketika hari sabtu di Madrasah Santisart ini tidak ada kegiatan
belajar-mengajar. Untuk kelas 1 SMP tetap masuk akan tetapi mereka hari ini
pulang ke rumahnya masing-masing, ini program dari sekolah bagi yang kelas 1
SMP wajib tinggal di asrama dan setiap satu bulan sekali mereka libur pada
kegiatan asrama dan sekolahnya. Jadi hari ini saya dan teman-teman tidak ada
jadwal mengajar.
Kita isi dengan
kegiatan bersih-bersih dan mengerjakan beberapa tugas laporan. Saat ini kondisi
jalanan di sekolah sedang di renovasi, jadi terlihat rame dan beberapa kali
berinteraksi dengan orang-orang yang ada disini. Terkadang juga belajar
komunikasi dengan pak cik atau yang kita kenal dengan karyawan yang
bekerja di sekolah dengan menggunakan bahasa melayu kampung. Alhamdulillah
beliau yang sering menanyakan kabar dan memberi makanan ringan atau minuman
kepada kami.
Selepas sholat
ashar kami diajak bermain dengan anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah,
saat itu juga kami juga belajar bahasa thailand ataupun bahasa melayu kampung
bersama orang yang ada disini. Kemudian dilanjutkan shalat maghrib berjamaah,
ketika menunggu waktu isya’ kami diajak ngobrol dengan ummi yang sejak
awal mengurusi kami dan beliau juga tinggal di dekat sekolah jadi mudah untuk
bertemu.
Shalat isya
kemudian makan malam bersama di rumah ummi, setiap kali makan bersama ummi saya
selalu menanyakan nama lauk yang dihidangkan. Karena setiap kali makan selalu
ada makanan atau lauk yang saya tidak ketahui. Saya juga berusaha adaptasi
dengan makanan disini yang sangat berbeda di Indonesia.
Makanan disini
lebih banyak makan dengan daging dan ikan laut, berbeda dengan di Indonesia
yang masih banyak mengonsumsi makanan nabati daripada hewani. Rasa makanan
disini juga berbeda, mayoritas sayur yang dihidangkan rasanya sangat asin dan
pedas. Hal ini sangat berbeda dengan yang saya makan ketika di Indonesia.
Udara disini tak
beda jauh dengan Indonesia yang saat ini musim panas, namun disini lebih panas
dan lebih kering. Akan tetapi disini di setiap ruangan ada kipas angin, jadi
kami tidak merasakan panas yang terlalu menyengat.
10 Januari 2016
Menjalin Ukhuwah Antar Negara itu Indah
Kegiatan belajar mengajar hari ahad ini tidak ada. Namun, kita
bermain di resort bersama anak-anak kecil yaitu putra-putri yang merupakan
pengurus di Madrasah Santisart. Setelah sarapan dengan nasi keburi yang hampir
setiap pagi dihidangkan, kemudian saya bersama teman-teman bermain dan belajar
mengasuh anak-anak tersebut. Di sela-sela kami bermain ada mahasiswi UIN Malang
asli Thailand yang berkunjung ke tempat kami dan ngobrol bersama kami.
Setelah itu kami bersih diri, shalat
dhuhur dan kami diajak makan siang keluar yaitu di warung makan. Kami
dikenalkan beberapa makanan Thailand seperti jika di Indonesia soto babat namun
memiliki rasa yang sangat asam dan makanan papaya pok pok yang memiliki ciri
khas asam pedas. Hidangan minuman disini selalu menggunakan campuran es batu
walaupun minum air putih.
Sebelum pulang ke madrasah, kami
mampir dulu ke toko besar yang di dalamnya menjual berbagai alat-alat rumah
tangga, perlengkapan sekolah atau berbagai kebutuhan yang lain, toko tersebut
seperti sardo jika di Malang. Barang disana harganya rata-rata 20 bath atau
setara dengan Rp. 8.000,00 berupa aksesoris atau perlengkapan sekolah.
Sesampai ditempat kami bersih-bersih
mushola untuk persiapan sholat maghrib dan bersih diri. Dilanjutkan dengan
shalat magrib sampai isya di mushola tersebut kemudian makan malam bersama ummi
yang tinggal di madrasah tersebut. Kami juga disambut baik dengan siswi yang
tinggal di asrama ketika mereka sudah balik setelah pulang dari rumah
masing-masing. Kami berkunjung ke kamar mereka dan mereka memberikan kita
makanan ringan khas Thailand yaitu sosis, coklat dan beberapa jenis kue
lainnya. Kami ngobrol agar lebih kenal dengan mereka, beberapa kali kami
diajari bahasa Thailand.
Setelah itu kami kembali ke kamar
untuk menyelesaikan tugas kemudian tidur.
11 Januari 2016
Menikmati Keindahan Alam di Negri Gajah
Berjumpa lagi dengan hari senin dan
kami melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu mengajar, saat ini saya
mendapat bagian di kelas 5 pada jam 11.00 sampai jam 11.45. Sebelum mengajar di
kelas tersebut saya mengikuti kegiatan yang ada di madrasah ini, mulai dari
baris- berbaris setiap pagi kemudian melihat kondisi kelas ketika mereka masuk
kelas masing-masing. Ketika menunggu jam mengajar, saya juga mengunjungi ruang
kelas yang ada teman saya untuk membantu mengondisikan siswa.
Pada jam 11.00 saya mengajar di
kelas 5 yang diisi dengan bernyanyi serta ada game. Beberapa kali mereka belum
paham apa yang saya maksud ketika berbicara, namun saat itu ada ust yang
mengajar di kelas tersebut datang dan memberi penjelasan kepada siswa-siswi
tersebut. Hal ini juga memudahkan saya ketika mengajar.
Beberapa siswi ada yang ingin
bernyanyi dan salah satu siswi memberikan buku kepada saya yang isinya kumpulan
lagu yang diajari oleh kakak tahun kemarin. Kemudian kita bernyanyi bersama
hingga waktu jam pelajarannya habis. Setelah itu tidak ada lagi jadwal untuk
mengajar, namun saya berkunjung ke kelas untuk membantu teman saya.
Ketika jam istirahat makan siang
bersama guru di tempat roudhoh atau taman kanak-kanak yang mereka jadwalnya
tidur siang jadi kondisinya yang sepi dan memungkinkan kita untuk ngobrol
bersama guru-guru pada jam makan siang. Dilanjutkan agenda mengajar seperti
jadwal yang ada dan agenda sore seperti biasanya yang agendanya dilakukan di
luar kelas atau outdoor.
Sudah menunjukkan pukul 16.00
waktunya mereka pulang ke rumahnya masing, ada beberapa siswa yang di jemput
oleh keluarganya dan ada yang menggunakan kendaraan mobil antar jemput milik
sekolah. Kami diberi kesempatan untuk mengikuti perjalanan pulang siswa-siswi.
Perjalanan yang kami tempuh bisa sampai satu setengah jam lebih dengan
didampingi salah satu ustadhah mengelilingi salah satu keindahan di Thailand
ini.
Di daerah Pattani ini keadaan lalu
lintas masih terlihat lengang, dan masih ada beberapa lahan kosong. Ada beberapa
lahan yang di tanami padi dan ada hamparan luas yang ditanami pohon getah.
Namun, berbeda dengan Indonesia ketika memiliki lahan luas seperti hutan tidak
memiliki pencahayaan lampu, di daerah Pattani sudah ada pencahayaan lampu di
setiap sudut hamparan tersebut.