Kamis, 26 Juni 2014

Ketika Poligami Masih Menjadi Momok Menakutkan



Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar kata poligami?? Masihkah menjadi bahasan yang menakutkan atau bahkan jadi obrolan yang mengasyikkan??
Sebagian wanita yang masih takut dengan poligami, mungkin termasuk saya sendiri,,, hehehe. Mendengar saja seakan-akan itu menjadi musuh kita, apalagi membahasnya. Tapi bukan wanita saja yang takut dengan poligami, pria terkadang juga masih ada, karena pria alasannya adalah tidak bisa untuk berbuat adil. Kalau istri tidak mau dipoligami karena takut akan menjadi korban diskriminasi suami yang tidak bisa berlaku adil. Memang hasrat seorang wanita yang selalu ingin menjadi yang pertama dan terakhir, karena wanita memang lebih mengedepankan perasaan daripada logika.
Ketika saya melihat sinetron catatan hati seorang istri #CHSI yang menceritakan kisah rumah tangga selalu saja ada problematika. Mulai dari problematika kekerasan rumah tangga sampai dengan kisah perceraian. Ada 2 sudut pandang yang bisa diambil dari kisah CHSI tersebut, yaitu sebuah pilihan yang akan diambil oleh annisa ketika suaminya selingkuh adalah jalan perceraian karena annisa tidak mau di poligami sedangkan sikap hana saat tau suaminya selingkuh adalah berusaha untuk menerimanya dan membuka lembaran baru kehidupan rumah tangganya karena hana masih memiliki tanggungjawab terhadap anaknya. Dapat dilihat bagaimana keegoisan sikap annisa yang lebih mengutamakan perasaannya dibandingkan dengan hana yang mampu mengontrol egonya utnuk menyelesaikan problematika rumah tangga. Kisah tersebut  masih melihat dari sudut pandang seorang istri. Gambaran dari sikap istri terhadap suami yang mayoritas terjadi di masyarakat.
Ada kisah menarik dari artikel hidayatullah yang saya baca beberapa hari yang lalu. Seorang anak yang suka memiliki ibu banyak, dia mengatakan bahwa senang memiliki ibu banyak tapi para ibu tersebut sayang terhadap anak-anaknya walaupun anak tersebut bukan anak kandungnya. Dr. Ing. Gina Puspita, DEA. istri pertama dari 4 istri Dr. Abdurahman Riesdam Efendi. Beliau merupakan wanita Indonesia pertama yang lulus kedirgantaraan di Ecole National Superieure de l’Aeronautique et de l’Espace (Ensae), di Toulouse, Prancis. Wanita kelahiran Bogor 8 September 1963 ini bahkan pernah menjadi Kepala Departemen Structure Optimization Divisi Riset & Development IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara).
Beliau mengatakan bahwa poligami merupakan salah satu dari sekian ribu syariat islam, jadi bukan perkara wajib. Tapi masih menjadi masalah negara, padahal shalat yang berkali-kali Allah katakan sebagai “tiang agama”, negara tak pernah peduli apakah manusia melakukannya?
Para aktivis perempuan dan pengagum feminis pernah mengusulkan tentang pelarangan praktik poligami ini, karena mereka beranggapan bahwa poligami merupakan bentuk pelanggaran hak-hak perempuan terkait “kekerasan” dalam rumah tangga. Apa yang disangkakan mereka itu salah, bahkan Dr. Gina tak mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ia bahkan mencarikan sendiri calon-calon pendamping sang suaminya untuk yang kedua sampai keempat.

Subhanallah, pernyataan beliau kepada media massa yang mungkin mampu membuka hati para wanita adalah “poligami itu indah dan memang perlu.” Sekarang ini yang jadi masalah sebenarnya bukanlah poligami, jadi tak perlu sibuk memeranginya. Sama halnya sekarang, banyak orang shalat tapi masih korupsi, lantas apakah dengan begitu kita akan memerangi shalat? Banyak masalah lain yang kita perlu selesaikan. Pendidikan kita bermasalah, Ekonomi kita bermasalah, Kebudayaan dan semua aspek kehidupan kita sudah rusak, da itu adalah masalah. Maka mari kita kembali kepada Allah. Jadikan Ia segalanya. Bila demikian akan selesailah semua masalah. Mau monogami atau poligami, jika kembali kepada Allah, insya Allah akan membawa kehidupan yang harmoni.

 “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (An-Nisa’:3)
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’:129)
Pada surat An-nisa’ ayat 129 menjelaskan bahwa siapapun tak akan mampu berlaku adil diantara istri-istrinya. Ini artinya, poligami sebenarnya tidak dibolehkan, karena kebolehan itu tergantung pada syarat “adil” yang mustahil direalisasikan. Karena makna adil disini adalah berkaitan dengan hati (seperti rasa cinta yang lebih kepada istri yang lain). Adil dalam hal inilah yang tidak mampu dilakukan oleh manusia, sehingga mereka tak diperintahkan untuk berlaku adil dalam hal ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sendiri bersabda: “Ya Allah inilah pembagianku dalam apa yang aku punyai (mampu melakukannya, yaitu urusan nafkah dan menginap) dan janganlah mencelaku pada apa yang Engkau punya dan tidak aku punya (urusan hati).” [HR. Abu Dawud]
Namun, adil dalam makna surat An-Nisa’ ayat 3 adalah tentang muamala. Seperti memberi nafkah, fasilitas, pendidikan anak, dan lain sebagainya. Adil yang seperti itulah yang mampu dilakukan oleh manusia.
Poligami adalah pilihan sosial yang mubah, boleh dilakukan dan tidak berdosa orang yang tidak melakukannya. Tidak wajib dan tidak dibolehkan bagi laki-laki yang merasa tidak sanggup berbuat adil, yang terpenting adalah kita tidak boleh membenci hukum kebolehan poligami ini karena hukum ini merupakan syariat islam Rasulullah bahkan menganjurkan asalkan bisa berbuat adil, ingat! bisa berbuat adil.

Wallahua’lam. Semoga bermanfaat J

Minggu, 22 Juni 2014

Sabar Itu Nggak Ada Batasnya




            ”Kesabaran merupakan perlindungan dari kesalahan sama halnya seperti pakaian melindungi anda dari rasa dingin. Jika anda mengenakan lebih banyak baju ketika udara semakin dingin, rasa dingin tidak akan memiliki pengaruh terhadap anda. Jika anda menumbuhkan rasa sabar dalam diri anda ketika anda melakukan kesalahan, kesalahan tersebut tidak akan berdampak apapun pada diri anda.”
- Leonardo Da Vinci –
            Banyak sebagian orang mengatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya. Ketika kita menyaksikan berbagai adegan-adegan di sinetron yang mengatakan bahwa “Sabar itu ada batasnya”. Kata itu yang terkadang mampu membuat kita terpuruk ketika kita gagal atau bahkan membuat kita menyerah pada kondisi yang sangat “kritis”. Sebenarnya sampai mana sih batas kesabaran itu. Biasakah kita ukur?? Bisakah kita timbang?? Bisakah kita liat??
            Dalam Al-Qur’an banyak menyebutkan tentang pentingnya sebuah kesabaran. Bahkan sabar itu bisa menjadi penguat dan penolong kita saat menghadapi suatu ujian kehidupan. Masih ingatkah kisah para anbiya’ yang selalu menjadikan sabar adalah sebagai penguat dalam segala kehidupannya. Salah satu contoh yaitu kisah dari nabi Ayub As yang menderita penyakit parah sehingga tak ada satupun manusia yang mendekatinya, bahkan istrinya juga tidak mau mendekati nabi Ayub As lantaran godaan syaitan.
            Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah: 153)
            Rasulullah Saw salah satu teladan kita juga mengajarkan tentang kesabaran, bahkan seorang Rasul-pun yang dijamin masuk surga masih bisa menghadapi kesabaran umatnya. Bagaimana dengan kita yang sama sekali tidak ada jaminan masuk surga?? Seberapa sabarkah diri ini menghadapi "skenario kehidupan" ini?? Masikah kita terlena akan janji Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah tersebut “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Janji Allah itu pasti.
            Masih banyak kisah para anbiya’ yang menggambarkan tentang kesabaran. Bahkan mungkin kesabaran kita masih jauh dibandingkan dengan kesabaran para anbiya’. Namun, kita sering mengeluh yang terkadang bisa menjadikan kita semakin lemah dan terpuruk.
            Detik-detik Ramadhan akan segera datang menghampiri kita. Sudahkah kita mempersiapkan dan menyambutnya??
            Salah satu cara kita agar senantiasa bersabar adalah dengan berpuasa. Terbelunggunya syaitan ketika bulan Ramadhan bukan berarti kita terlepas dari sebuah kesabaran, karena puasa merupakan separuh dari sabar. Ketika kita mampu melewati puasa sesuai dengan yang telah ditentukan, menjadikan puasa itu sebagai penguat iman kita. Jasmani dan rohani kitapun akan menjadi sehat.
            Banyak manfaat dari puasa salah satunya yaitu menjadikan kita mampu bersabar. “Ya Allah jadikanlah aku penyabar dan bersabar dengan setiap dugaanMu”. Semoga puasa Ramadhanmu menjadikan sebagai penguat iman dan kesabaran. Amin J
Wallahua’lam. Semoga Bermanfaat J

             

Minggu, 15 Juni 2014

Jangan Kau Gadaikan Waktu Ramadhanmu


Bosen bahas capres??
Yuk beralih ke pertandingan bergengsi FIFA World Cup 2014. Mulai dari kehebohan nonton bareng sampek di dunia mayapun nyaris menyita perhatian kita.
Semoga itu hanya menjadi hiburan. Bukan menjadikan kita terlena. Terlena akan tugas-tugas kuliah misalnya.
Tahun ini adalah tahun yang istimewa, ketika "sang Ramadhan" itu datang dia disambut oleh dua ajang begengsi di negara ini. Indonesia. Pertandingan politik dan pentandingan sepak bola dunia.
Kawan, semoga Ramadhanmu tidak "tergadaikan" oleh perdebatan capres dan piala dunia. Bahkan sampai ada yang taruhan. Astagfirullah
Mau dikemanakan waktu Ramadhanmu??
Semoga kalian bisa menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momen ikhtiar dan sebuah kejujuran. Karena momen capres dan FIFA itu tidak hanya satu tahun sekali, itu artinya momen capres dan FIFA adalah momen yg sangat dinanti. Pertama, ikhtiar kalian menentukan capres yang akan di pilih dan ikhtiar harus begadang melihat FIFA. Kedua, jangan samapai di bulan yang mulia ini ada “titik hitam” yang ternodai, kedua ajang bergengsi tersebut jangan dijadikan ajang taruhan (judi). Banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan tetang judi, salah satunya ada di Surat Al Maidah ayat 91 “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”
Jadwal debat capres dan jadwal piala dunia yang menjadi alarm untuk mengingatkan kita untuk melihatnya. Tapi apakah ada jadwal Ramadhanmu yang tertempel di buku harianmu atau di gadgetmu yang selalu menemanimu?? Target qiyamul lail, tilawah, hafalan, baca buku, dan agenda-agenda Ramadhan lainnya.  
Nisfu sya’ban telah berlalu, detik-detik Ramadhan mulai muncul. Jangan lupa dengan target yang telah dibuat selama bulan Ramadhan. Rasulullah selalu menyiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Persiapan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah persiapan jasmani dan rohani. Persiapan jasmani berupa puasa senin-kamis dan ayyamul bidh, sedangkan persiapan rohani dengan cara qiyamul lail setiap hari dan perbanyak dzikir.
Seberapa siapkah kamu menyambut “Sang Ramadhan” datang??
#EpisodeMuhasabahDiri
Semoga target Ramadhan kali ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Amin J

Jumat, 06 Juni 2014

Samudra Cinta (part 2)


Aku berjalan perlahan menuju ke depan kelas sambil menikmati sejuknya hawa dingin yang ada di kampus. Tak ada orang di dalam kelas, mungkin aku datang terlalu pagi. Yups, aku lebih suka datang pagi. Karena keindahan pagi yang selalu membuatku semangat menjalani kehidupan. Aku duduk di depan kelas ditemani sebuah buku yang aku baca semalam.
            “Assalamualaikum kak, belum masuk kelas ya??” Sarah menghampiriku dan duduk disampingku
            “Waalaikumsalam, iya belum masuk” Jawabku dengan senyum
            Sarah, teman seperjuanganku selama aku di kampus. Sudah dua tahun dia menemaniku, baik dalam belajar bersama di kampus yang hampir setiap semester jadwal kita sama sampai agenda di luar kampus yang sama dalam satu organisasi. Handphoneku bergetar, ada pesan dari dosenku. Beliau hari ini tidak bisa hadir karena ada acara mendadak. Pesan itu aku foward ke teman-temanku satu kelas.  
            “Ukh, hari ini bu Rani nggak bisa datang karena ada acara mendadak” pesan kusampaikan kepada sahabatku tercinta
            “Owh, baguslah. Ane mau ngajak anti jalan-jalan” Sarah tersenyum sambil menarik tanganku
            “Heeii, mau kemana?? Ini masih pagi, jalan-jalan mulu” jawabku sambil mengikuti langkahnya
              Aku mengikuti langkah kakinya Sarah yang semakin cepat. Dia membawaku ke gedung megah bernama Ir. Soekarno. Gedung paling dekat dengan keramaian lalu lintas, namun ketika melihat gedung itu terlihat nyaman dengan model arsitektur ciri khas negara timur. Aku masuk ke gedung tersebut, di lantai 1 terdapat Expo Sirah Nabawiyah. Disana terdapat gambar-gambar sejarah islam.
            “Ukh, disini belum ada orang. Emangnya kita mau ngapain disini?” Tanyaku sambil melihat sekeliling arena Expo
            “Ya emang sengaja ngajak kamu berangkat pagi. Kita bisa lebih lama disini, bentar lagi ada pemandunya kok yang akan menjelaskan.” Jawab Sarah dengan antusias
            Beberapa menit kemudian ada beberapa mahasiswa yang berpakaian rapi dan menggunakan almamater yang menuju ke arah expo, mereka menghampiriku dengan keramahan dan penuh dengan senyuman.
            “Assalamualaikum ukhti ada yang bisa dibantu??” kata salah satu mahasiswa yang menghampiriku
            “Waalaikumsalam, ya nie mau lihat-lihat expo.” Jawabku sambil tersenyum
            Aku ditunjukkan berbagai sejarah Islam yang luar biasa. Mulai dari kisah ka’bah yang dikelilingi oleh berhala. Serta berbagai macam perang, mulai dari perang uhud, perang parit dan perang badar. Terdapat miniatur yang menggambarkan terjadinya perang. Ternyata masih banyak lagi yang harus kuketahui dan kupelajari dari Sirah Nabawiyah.
            Ketika aku sudah lelah berjalan dan mendengarkan kisah yang dijelaskan oleh pemandu yang ada di expo tersebut, aku berhenti sejenak dan menghela nafas ketika pemandu menjelaskan kisah wafatnya Rasulullah. Sungguh luar biasa, ketika wafatpun yang diingat oleh Rasulullah adalah umatnya, beliau menyebutnya hingga tiga kali. Ummati ummati ummati.
            Tiba-tiba air mataku tak terasa telah jatuh. Sungguh, bukti cintanya Rasulullah kepada umatnya seakan-akan tak bisa tergantikan. Karna itu aku menyebut Sirah Nabawiyah adalah Samudra CintaNya kepada seluruh alam semesta ini dan seluruh isinya J

Wallahua’lam