Minggu, 22 Juni 2014

Sabar Itu Nggak Ada Batasnya




            ”Kesabaran merupakan perlindungan dari kesalahan sama halnya seperti pakaian melindungi anda dari rasa dingin. Jika anda mengenakan lebih banyak baju ketika udara semakin dingin, rasa dingin tidak akan memiliki pengaruh terhadap anda. Jika anda menumbuhkan rasa sabar dalam diri anda ketika anda melakukan kesalahan, kesalahan tersebut tidak akan berdampak apapun pada diri anda.”
- Leonardo Da Vinci –
            Banyak sebagian orang mengatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya. Ketika kita menyaksikan berbagai adegan-adegan di sinetron yang mengatakan bahwa “Sabar itu ada batasnya”. Kata itu yang terkadang mampu membuat kita terpuruk ketika kita gagal atau bahkan membuat kita menyerah pada kondisi yang sangat “kritis”. Sebenarnya sampai mana sih batas kesabaran itu. Biasakah kita ukur?? Bisakah kita timbang?? Bisakah kita liat??
            Dalam Al-Qur’an banyak menyebutkan tentang pentingnya sebuah kesabaran. Bahkan sabar itu bisa menjadi penguat dan penolong kita saat menghadapi suatu ujian kehidupan. Masih ingatkah kisah para anbiya’ yang selalu menjadikan sabar adalah sebagai penguat dalam segala kehidupannya. Salah satu contoh yaitu kisah dari nabi Ayub As yang menderita penyakit parah sehingga tak ada satupun manusia yang mendekatinya, bahkan istrinya juga tidak mau mendekati nabi Ayub As lantaran godaan syaitan.
            Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah: 153)
            Rasulullah Saw salah satu teladan kita juga mengajarkan tentang kesabaran, bahkan seorang Rasul-pun yang dijamin masuk surga masih bisa menghadapi kesabaran umatnya. Bagaimana dengan kita yang sama sekali tidak ada jaminan masuk surga?? Seberapa sabarkah diri ini menghadapi "skenario kehidupan" ini?? Masikah kita terlena akan janji Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah tersebut “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Janji Allah itu pasti.
            Masih banyak kisah para anbiya’ yang menggambarkan tentang kesabaran. Bahkan mungkin kesabaran kita masih jauh dibandingkan dengan kesabaran para anbiya’. Namun, kita sering mengeluh yang terkadang bisa menjadikan kita semakin lemah dan terpuruk.
            Detik-detik Ramadhan akan segera datang menghampiri kita. Sudahkah kita mempersiapkan dan menyambutnya??
            Salah satu cara kita agar senantiasa bersabar adalah dengan berpuasa. Terbelunggunya syaitan ketika bulan Ramadhan bukan berarti kita terlepas dari sebuah kesabaran, karena puasa merupakan separuh dari sabar. Ketika kita mampu melewati puasa sesuai dengan yang telah ditentukan, menjadikan puasa itu sebagai penguat iman kita. Jasmani dan rohani kitapun akan menjadi sehat.
            Banyak manfaat dari puasa salah satunya yaitu menjadikan kita mampu bersabar. “Ya Allah jadikanlah aku penyabar dan bersabar dengan setiap dugaanMu”. Semoga puasa Ramadhanmu menjadikan sebagai penguat iman dan kesabaran. Amin J
Wallahua’lam. Semoga Bermanfaat J

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar