Jumat, 06 Juni 2014

Samudra Cinta (part 2)


Aku berjalan perlahan menuju ke depan kelas sambil menikmati sejuknya hawa dingin yang ada di kampus. Tak ada orang di dalam kelas, mungkin aku datang terlalu pagi. Yups, aku lebih suka datang pagi. Karena keindahan pagi yang selalu membuatku semangat menjalani kehidupan. Aku duduk di depan kelas ditemani sebuah buku yang aku baca semalam.
            “Assalamualaikum kak, belum masuk kelas ya??” Sarah menghampiriku dan duduk disampingku
            “Waalaikumsalam, iya belum masuk” Jawabku dengan senyum
            Sarah, teman seperjuanganku selama aku di kampus. Sudah dua tahun dia menemaniku, baik dalam belajar bersama di kampus yang hampir setiap semester jadwal kita sama sampai agenda di luar kampus yang sama dalam satu organisasi. Handphoneku bergetar, ada pesan dari dosenku. Beliau hari ini tidak bisa hadir karena ada acara mendadak. Pesan itu aku foward ke teman-temanku satu kelas.  
            “Ukh, hari ini bu Rani nggak bisa datang karena ada acara mendadak” pesan kusampaikan kepada sahabatku tercinta
            “Owh, baguslah. Ane mau ngajak anti jalan-jalan” Sarah tersenyum sambil menarik tanganku
            “Heeii, mau kemana?? Ini masih pagi, jalan-jalan mulu” jawabku sambil mengikuti langkahnya
              Aku mengikuti langkah kakinya Sarah yang semakin cepat. Dia membawaku ke gedung megah bernama Ir. Soekarno. Gedung paling dekat dengan keramaian lalu lintas, namun ketika melihat gedung itu terlihat nyaman dengan model arsitektur ciri khas negara timur. Aku masuk ke gedung tersebut, di lantai 1 terdapat Expo Sirah Nabawiyah. Disana terdapat gambar-gambar sejarah islam.
            “Ukh, disini belum ada orang. Emangnya kita mau ngapain disini?” Tanyaku sambil melihat sekeliling arena Expo
            “Ya emang sengaja ngajak kamu berangkat pagi. Kita bisa lebih lama disini, bentar lagi ada pemandunya kok yang akan menjelaskan.” Jawab Sarah dengan antusias
            Beberapa menit kemudian ada beberapa mahasiswa yang berpakaian rapi dan menggunakan almamater yang menuju ke arah expo, mereka menghampiriku dengan keramahan dan penuh dengan senyuman.
            “Assalamualaikum ukhti ada yang bisa dibantu??” kata salah satu mahasiswa yang menghampiriku
            “Waalaikumsalam, ya nie mau lihat-lihat expo.” Jawabku sambil tersenyum
            Aku ditunjukkan berbagai sejarah Islam yang luar biasa. Mulai dari kisah ka’bah yang dikelilingi oleh berhala. Serta berbagai macam perang, mulai dari perang uhud, perang parit dan perang badar. Terdapat miniatur yang menggambarkan terjadinya perang. Ternyata masih banyak lagi yang harus kuketahui dan kupelajari dari Sirah Nabawiyah.
            Ketika aku sudah lelah berjalan dan mendengarkan kisah yang dijelaskan oleh pemandu yang ada di expo tersebut, aku berhenti sejenak dan menghela nafas ketika pemandu menjelaskan kisah wafatnya Rasulullah. Sungguh luar biasa, ketika wafatpun yang diingat oleh Rasulullah adalah umatnya, beliau menyebutnya hingga tiga kali. Ummati ummati ummati.
            Tiba-tiba air mataku tak terasa telah jatuh. Sungguh, bukti cintanya Rasulullah kepada umatnya seakan-akan tak bisa tergantikan. Karna itu aku menyebut Sirah Nabawiyah adalah Samudra CintaNya kepada seluruh alam semesta ini dan seluruh isinya J

Wallahua’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar