Aku
berjalan perlahan menuju ke depan kelas sambil menikmati sejuknya hawa dingin
yang ada di kampus. Tak ada orang di dalam kelas, mungkin aku datang terlalu
pagi. Yups, aku lebih suka datang pagi. Karena keindahan pagi yang selalu
membuatku semangat menjalani kehidupan. Aku duduk di depan kelas ditemani
sebuah buku yang aku baca semalam.
“Assalamualaikum kak, belum masuk
kelas ya??” Sarah menghampiriku dan duduk disampingku
“Waalaikumsalam, iya belum masuk”
Jawabku dengan senyum
Sarah, teman seperjuanganku selama
aku di kampus. Sudah dua tahun dia menemaniku, baik dalam belajar bersama di
kampus yang hampir setiap semester jadwal kita sama sampai agenda di luar
kampus yang sama dalam satu organisasi. Handphoneku bergetar, ada pesan dari
dosenku. Beliau hari ini tidak bisa hadir karena ada acara mendadak. Pesan itu
aku foward ke teman-temanku satu kelas.
“Ukh, hari ini bu Rani nggak bisa
datang karena ada acara mendadak” pesan kusampaikan kepada sahabatku tercinta
“Owh, baguslah. Ane mau ngajak anti
jalan-jalan” Sarah tersenyum sambil menarik tanganku
“Heeii, mau kemana?? Ini masih pagi,
jalan-jalan mulu” jawabku sambil mengikuti langkahnya
Aku
mengikuti langkah kakinya Sarah yang semakin cepat. Dia membawaku ke gedung
megah bernama Ir. Soekarno. Gedung paling dekat dengan keramaian lalu lintas,
namun ketika melihat gedung itu terlihat nyaman dengan model arsitektur ciri
khas negara timur. Aku masuk ke gedung tersebut, di lantai 1 terdapat Expo
Sirah Nabawiyah. Disana terdapat gambar-gambar sejarah islam.
“Ukh, disini belum ada orang.
Emangnya kita mau ngapain disini?” Tanyaku sambil melihat sekeliling arena Expo
“Ya emang sengaja ngajak kamu
berangkat pagi. Kita bisa lebih lama disini, bentar lagi ada pemandunya kok yang
akan menjelaskan.” Jawab Sarah dengan antusias
Beberapa
menit kemudian ada beberapa mahasiswa yang berpakaian rapi dan menggunakan almamater
yang menuju ke arah expo, mereka menghampiriku dengan keramahan dan penuh dengan
senyuman.
“Assalamualaikum ukhti ada yang bisa
dibantu??” kata salah satu mahasiswa yang menghampiriku
“Waalaikumsalam, ya nie mau lihat-lihat
expo.” Jawabku sambil tersenyum
Aku ditunjukkan berbagai sejarah
Islam yang luar biasa. Mulai dari kisah ka’bah yang dikelilingi oleh berhala. Serta
berbagai macam perang, mulai dari perang uhud, perang parit dan perang badar. Terdapat
miniatur yang menggambarkan terjadinya perang. Ternyata masih banyak lagi yang
harus kuketahui dan kupelajari dari Sirah Nabawiyah.
Ketika aku sudah lelah berjalan dan
mendengarkan kisah yang dijelaskan oleh pemandu yang ada di expo tersebut, aku
berhenti sejenak dan menghela nafas ketika pemandu menjelaskan kisah wafatnya
Rasulullah. Sungguh luar biasa, ketika wafatpun yang diingat oleh Rasulullah
adalah umatnya, beliau menyebutnya hingga tiga kali. Ummati ummati ummati.
Tiba-tiba air mataku tak terasa telah jatuh. Sungguh, bukti cintanya Rasulullah kepada umatnya seakan-akan tak bisa
tergantikan. Karna itu aku menyebut Sirah Nabawiyah adalah Samudra CintaNya
kepada seluruh alam semesta ini dan seluruh isinya J
Wallahua’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar