Ketidak sengajaanku masuk dalam
ruang lingkup para kader-kader luar biasa. Awalnya aku ingin masuk LDK (Lembaga
Da’wah Kampus), namun takdir berkata lain aku masuk di KAMMI dan menyadari
setelah beberapa bulan ikut DM1. Anehnya aku bisa bertahan dan rasa penasaranku
kepada KAMMI semakin menjadi. Mulai dari cari info di media sosial, dunia maya
sampai dunia nyata. Berbagai agenda ku ikuti, diskusi politik, aksi di jalan dan bebagai agenda
lain.
Memang dari kecil didikan orang tua
adalah didikan “Tarbiyah”. Namun, orang tua selalu memberikan kebebasan untuk
memilih, tidak pernah mengarahkanku untuk mengikuti organisasi apapun bahkan
KAMMI. Kakakku yang ternyata juga kader KAMMI juga tidak pernah mengarahkanku.
Sejak dulu, aku sama sekali belum pernah mengikuti organisasi karena
ketidaknyamanan dengan lingkungan sekolahku. Mungkin KAMMI ini akan menjadi
pilihanku yang pertama dan yang terakhir.
Keberadaan KAMMI di kampus tidak
mendapatkan perhatian pihak kampus. Bagi mahasiswa ataupun dosen masih aneh
dengan KAMMI. KAMMI di kampusku masih minoritas. Ketika DM1 target yang dicapai
adalah peserta bukan kualitas calon kader KAMMI. Alhamdulillah saya lulus,
usaha pertama kali yang saya lakukan adalah mencari info sebanyak-banyaknya
tentang KAMMI. Berbagai agenda saya ikuti,
Alhamdulillah aku mendapat amanah di
bidang Humas, aku semakin mudah mengenal KAMMI dan insya Allah aku mencintai
KAMMI karena Allah. Aku semakin nyaman berada di KAMMI, walaupun di fakultasku
hanya beberapa kader saja bahkan di jurusanku yang satu angkatan denganku tidak
ada yang masuk KAMMI, hanya aku seorang. Mungkin itu yang membuatku sampai saat
ini bisa bertahan di KAMMI.
Semangatku di KAMMI berdampak
positif bagiku, suka baca, suka nulis, suka diskusi, dan berbagai hal lainnya.
Kontroversi yang selalu menjadi
obrolan atau diskusi para kader menjelang pemilu ini adalah hubungan antara
KAMMI dan PKS, karena memang mayoritas kader KAMMI banyak yang masuk ke PKS. Salah
satu contoh adalah Fahri Hamzah yang dulu pernah menjadi ketua umum KAMMI yang
pertama, siapa sih yang tak kenal bang fahri (sapaan Fahri Hamzah), bang fahri
juga menjadi perintis PKS sejak dulu hingga saat ini. Seperti tradisi namun
juga menjadi kontroversi. Sedikit banyak aku mengenalnya, karena memang aku
berada di dua posisi tersebut.
KAMMI dan PKS masih ada kaitannya
dengan Ikhwanul Muslimin yang ada di Mesir. Sampai saat ini pun sedikit
bingung, apa yg membedakan diantara keduanya. Karena memang selama ini yang aku
anggap adalah bahwa KAMMI dan PKS adalah jamaah yang sesuai apa yang aku
inginkan.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim
Indonesia (KAMMI), kata terakhir yang tertancap adalah Indonesia. Di KAMMI aku
semakin mengenal kondisi negaraku sendiri, semakin peduli dengan apa yang
terjadi kepada bangsa ini. Aku mulai paham tentang politik dan pergerakan baik
itu di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
Kondisi Indonesia saat ini yang
sangat miris dengan berbagai tindakan kriminal, kasus korupsi dan kasus-kasus
yang lain, seakan-akan belum bisa teratasi. Itulah tugas kita sebagai mahasiswa
yang memiliki negara Indonesia ini terutama sebagai kader KAMMI yang sangat berperan
penting, karena KAMMI merupakan pergerakan mahasiswa yang mencetak kadernya
sebagai pemimpin yang “Muslim Negarawan”, artinya KAMMI tidak hanya mencetak
kader yang hanya cinta nasionalisme namun juga mampu membawa bangsa ini kepada
Indonesia yang madani, atau sebaliknya KAMMI tidak hanya mencetak kader yang
islami namun tidak cinta kepada negaranya sendiri.
Kalau kita hanya memilih salah satu,
menjadi muslim yang tidak negarawan atau menjadi negarawan yang tidak muslim
itu sama saja mengantarkan negeri Indonesia ini menjadi negeri yang liberal,
padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah berKTP islam. Kondisi seperti ini
juga diperparah dengan kontoversi golput yang akhir-akhir ini menjadi topik
pembahasan politik di negri ini.
Saat ini yang sangat dibutuhkan
adalah aspirasi para pemuda masa kini untuk memberikan perubahan yang konkret
kepada negara Indonesia ini. Semoga aksi-aksi KAMMI yang selama ini telah
menghiasi setiap jejak di jalan yang ada di seluruh Indonesia dapat memberikan
kerja yang nyata bagi negara ini. Totalitas Perjuangan!!! #KAMMIforIndonesia