Rabu, 03 September 2014

Antara Aku, KAMMI dan Indonesiaku


            Ketidak sengajaanku masuk dalam ruang lingkup para kader-kader luar biasa. Awalnya aku ingin masuk LDK (Lembaga Da’wah Kampus), namun takdir berkata lain aku masuk di KAMMI dan menyadari setelah beberapa bulan ikut DM1. Anehnya aku bisa bertahan dan rasa penasaranku kepada KAMMI semakin menjadi. Mulai dari cari info di media sosial, dunia maya sampai dunia nyata. Berbagai agenda ku ikuti, diskusi politik, aksi di jalan dan bebagai agenda lain.
            Memang dari kecil didikan orang tua adalah didikan “Tarbiyah”. Namun, orang tua selalu memberikan kebebasan untuk memilih, tidak pernah mengarahkanku untuk mengikuti organisasi apapun bahkan KAMMI. Kakakku yang ternyata juga kader KAMMI juga tidak pernah mengarahkanku. Sejak dulu, aku sama sekali belum pernah mengikuti organisasi karena ketidaknyamanan dengan lingkungan sekolahku. Mungkin KAMMI ini akan menjadi pilihanku yang pertama dan yang terakhir.
            Keberadaan KAMMI di kampus tidak mendapatkan perhatian pihak kampus. Bagi mahasiswa ataupun dosen masih aneh dengan KAMMI. KAMMI di kampusku masih minoritas. Ketika DM1 target yang dicapai adalah peserta bukan kualitas calon kader KAMMI. Alhamdulillah saya lulus, usaha pertama kali yang saya lakukan adalah mencari info sebanyak-banyaknya tentang KAMMI. Berbagai agenda saya ikuti,
            Alhamdulillah aku mendapat amanah di bidang Humas, aku semakin mudah mengenal KAMMI dan insya Allah aku mencintai KAMMI karena Allah. Aku semakin nyaman berada di KAMMI, walaupun di fakultasku hanya beberapa kader saja bahkan di jurusanku yang satu angkatan denganku tidak ada yang masuk KAMMI, hanya aku seorang. Mungkin itu yang membuatku sampai saat ini bisa bertahan di KAMMI.
            Semangatku di KAMMI berdampak positif bagiku, suka baca, suka nulis, suka diskusi, dan berbagai hal lainnya.
            Kontroversi yang selalu menjadi obrolan atau diskusi para kader menjelang pemilu ini adalah hubungan antara KAMMI dan PKS, karena memang mayoritas kader KAMMI banyak yang masuk ke PKS. Salah satu contoh adalah Fahri Hamzah yang dulu pernah menjadi ketua umum KAMMI yang pertama, siapa sih yang tak kenal bang fahri (sapaan Fahri Hamzah), bang fahri juga menjadi perintis PKS sejak dulu hingga saat ini. Seperti tradisi namun juga menjadi kontroversi. Sedikit banyak aku mengenalnya, karena memang aku berada di dua posisi tersebut.
            KAMMI dan PKS masih ada kaitannya dengan Ikhwanul Muslimin yang ada di Mesir. Sampai saat ini pun sedikit bingung, apa yg membedakan diantara keduanya. Karena memang selama ini yang aku anggap adalah bahwa KAMMI dan PKS adalah jamaah yang sesuai apa yang aku inginkan.
            Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), kata terakhir yang tertancap adalah Indonesia. Di KAMMI aku semakin mengenal kondisi negaraku sendiri, semakin peduli dengan apa yang terjadi kepada bangsa ini. Aku mulai paham tentang politik dan pergerakan baik itu di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
            Kondisi Indonesia saat ini yang sangat miris dengan berbagai tindakan kriminal, kasus korupsi dan kasus-kasus yang lain, seakan-akan belum bisa teratasi. Itulah tugas kita sebagai mahasiswa yang memiliki negara Indonesia ini terutama sebagai kader KAMMI yang sangat berperan penting, karena KAMMI merupakan pergerakan mahasiswa yang mencetak kadernya sebagai pemimpin yang “Muslim Negarawan”, artinya KAMMI tidak hanya mencetak kader yang hanya cinta nasionalisme namun juga mampu membawa bangsa ini kepada Indonesia yang madani, atau sebaliknya KAMMI tidak hanya mencetak kader yang islami namun tidak cinta kepada negaranya sendiri.
            Kalau kita hanya memilih salah satu, menjadi muslim yang tidak negarawan atau menjadi negarawan yang tidak muslim itu sama saja mengantarkan negeri Indonesia ini menjadi negeri yang liberal, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah berKTP islam. Kondisi seperti ini juga diperparah dengan kontoversi golput yang akhir-akhir ini menjadi topik pembahasan politik di negri ini.

            Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah aspirasi para pemuda masa kini untuk memberikan perubahan yang konkret kepada negara Indonesia ini. Semoga aksi-aksi KAMMI yang selama ini telah menghiasi setiap jejak di jalan yang ada di seluruh Indonesia dapat memberikan kerja yang nyata bagi negara ini. Totalitas Perjuangan!!! #KAMMIforIndonesia