Jumat, 20 September 2013

Samudra Cinta

 Sudah dua hari aku melihat kak Sabrina duduk di serambi masjid pada tengah malam.  Dia hanya diam termenung sambil memandangi  langit malam yang penuh bintang dan disertai hawa dingin.
“Assalamualaikum, kok di luar Kak? Nanti masuk angin lho ”  aku menghampirinya dan duduk didekatnya.
“Waalaikumsalam, ya dek mbk lagi menikmati indahnya malam hari” jawab kak Sabrina sambil tersenyum.
            Kami seperti saudara walaupun usiaku dengan kak Sabrina terpaut jauh, aku yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu desa dimana kak Sabrina tinggal. Desa kecil dekat dengan lautan luas dan hamparan pasir putih yang setiap saat menghempaskan angin kerinduan akan indahnya alam ini.
            Aku saat ini masih duduk di bangku menengah kelas dua, sedangkan kak Sabrina yang sudah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah. Aku mengenal kak Sabrina dua tahun yang lalu ketika aku akan masuk di sekolah bernama MTs Baiturrahman. Kak Sabrina sebagai guru ngajiku, namun aku menganggap dia sebagai kakakku. Karena kak Sabrina yang selama ini dekat denganku, suka duka yang sering kita lalui bersama.
“Kak, aku lihat sudah dua hari ini kakak selalu duduk di serambi masjid saat tengah malam, emangnya ada apa Kak?”
“Hmmm,,, karena Kakak melihat ada samudra cinta di langit. Kakak melihat malam ini berbeda dengan malam-malam yang lain karena bulan, bintang dan seluruh alam semesta yang sedang asyik berdzikir kepada Allah sehingga hati kakak merasa tenang ketika percikan dzikir menyentuh relung jiwa kakak” sambil memandangiku
“Ya kak, aku jadi rindu ketika aku bersama umi duduk bersama menikmati malam yang indah dan ditemani indahnya gemerlap malam. Semoga umi bahagia di surga bersama bidadari-bidadari surga yang cantik,” tanpa kusadari air mataku telah jatuh membasahi pipiku
            Kak Sabrina memelukku, aku merasakan kehangatan dalam jiwaku dan merasakan umi berada di sampingku berbagi bersama menikmati malam.
“Semoga kita bisa bertemu uminya Nisa di surga nanti, keindahan surga lebih indah dari samudra cinta yang ada di dunia. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik[1] surat yang sering dibaca Nisasebelum mulai mengaji. Kerinduan Nisa saat ini insya Allah akan dibalas yang lebih, bertemu umi bersama bidadari-bidadari cantik. Yakinlah janji Allah itu pasti, karena Allah selalu mendengar isi hati seorang hamba yang rindu dengan-Nya.”
            Mataku mulai terpejam. Aku tertidur dalam dekapan kak Sabrina. Sampai suara kak Sabrina perlahan menjadi pelan dan akhirnya menjadi diam membisu. Hanya hawa dingin yang bisa ku rasakan.
“Dek, bangun, sudah jam 3. Waktunya sahur.” Kak Sabrina membangunkanku.
            Setelah aku menikmati indahnya samudra cinta dan tertidur dalam dekapan kak Sabrina. Ternyata kak Sabrina membawaku ke kamar.
“Ya kak,” Mataku perlahan membuka, terasa berat untuk bangun.
            Kulangkahkan kakiku untuk membasuh wajah, menghilangkan rasa kantuk. Kemudian menuju ruang makan, disana sudah terdapat makanan kesukaanku. Telur dadar dan sambal trasi. Kunikmati makanan ini bersama kak Sabrina. Aku tinggal bersama keluarga kak Sabrina. Kedua orang tua dan kak Sabrina, mereka sudah menganggapku sebagai bagian dari mereka.
“Ibu sama bapak dimana?” tanyaku
“Sepertinya sudah di masjid, dari tadi Mbak cari nggak ada,” sambil lihat samping kanan-kiri.
            Jam menunjukkan pukul 03.30. Aku segera membersihkan meja makan dan bersiap-siap ke masjid untuk shalat subuh. Selesai shalat subuh, aku termenung. Teringat saat tengah malam bersama kak Sabrina di serambi masjid. Merasakan keindahan malam ditemani bulan, bintang dan seluruh alam ini yang sedang asyik berdzikir kepada Allah. Aku juga merasakan nikmatnya keindahan samudra cinta yang benama Lailatul Qadr.



[1](Ar-Rahman : 70),

Jumat, 06 September 2013

Terbelenggu dalam tipu dayamu Indonesiaku

Saat  berada dalam kondisi kurang nyaman terkadang rasa bosan datang menghampiri. Kondisi ketika  berada dalam lingkungan yang dianggap tidak asing tapi gue ngerasa belum nyaman. PERBEDAAN. Yup, itulah yang  gue rasa belum menemukan zona nyaman.
            Gue berada dalam negara yang ber-pancasila dan ber-bhineka tunggal ika,  berbeda-beda tapi tetap satu jua yang artinya negara ini masih banyak perbedaan. Satu tujuan tapi beda jalan. Bener nggak ya?? -_- 
            Salah satu contoh ketika “mencari” jodoh J, katanya sih pebedaan karakter itu biasa tapi asalkan masih satu prinsip. Karena,  ketika dua insan yang bersatu  memiliki karakter yang sama, kehidupan ini akan datar-datar saja, nggak ada keindahan warna. Namun, bagaimana caranya menyatukan dua karakter yang berbeda menjadi satu??.  Memahami satu sama lain, yup. Mungkin itu salah satu jawabannya.
            Kembali ke topik yang pertama,  negara Indonesia yang ber-bhineka tunggal ika. Yang pasti banyak warna-warni ketika kita dihadapkan dengan sebuah bangsa yang memiliki banyak perbedaan. Perbedaan bahasa, suku, adat, bahkan agama pun berbeda. Saat perbedaan bahasa, suku, dan adat sudah tidak menjadi masalah, namun yang sedikit sulit ketika kita dihadapkan dengan perbedaan keyakinan.
            Islam mengajarkan kita untuk toleransi, baik dengan saudara sesama muslim maupun non muslim. Bahkan Rasulullah pernah bertransaksi jual beli kepada non muslim. Itu sebagian contoh kecil dari sifat toleransi yang diajarkan Rasulullah kepada kita.  Namun, melihat kondisi saat ini di Indonesia yang tidak hanya satu agama masih sulit untuk bersifat toleransi.
Salah satu contoh ketika ada kabar kontes Miss World diadakan di Indonesia. Masih saja ada pro dan kontra.  Ada yang setuju dikarenakan ingin mengenalkan dunia pariwisata yang ada di Indonesia, adakah jaminan?? -_- Kemudian bagi yang tidak setuju, dikarenakan ajang Miss World merupakan salah satu virus untuk merusak generasi bangsa Indonesia ini, karena mayoritas orang Indonesia adalah muslim dan menganggap kontes tersebut merupakan bagian dari diskriminasi wanita. Dengan cara seperti inikah non muslim “mencuci” otak kita. Sungguh mengenaskan -_-
Apakah ini bisa dinamakan toleransi?? Atau bahkan liberalisasi??
Ini juga termasuk menggunakan kekuasaan dengan sewenang-wenangnya. Ketika mereka yang berkuasa seenaknya sendiri, tidak melihat kondisi yang ada. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kontes Miss World adalah strategi bisnis mereka untuk pemasukan APBN. Miss Universe 2000 (Lara Dutta) bahkan mengatakan “Wajar bila saya dipakai oleh pemilik bisnis yang mempromosikan diri saya asal aturan main jelas”.
Seperti kembali pada zaman jahiliyah, saat wanita dapat diperjual-belikan. Astaghfirullah. Kehormatan wanita seakan tak ada artinya, dapat di beli dengan mudahnya.

Islam bahkan sangat memuliakan kedudukan wanita karena wanitalah yang nantinya yang akan mengajarkan anak-anaknya. Namun, jika wanita tidak bisa menjaga dirinya, apakah bisa menjaga anak-anaknya atau keluarganya. Wanita bisa dikatakan dengan “agen of change”,  karena kehidupan bangsa nantinya ditentukan dengan bagaimana seorang ibu mendidik anak-anak.