Saat
berada dalam kondisi kurang nyaman
terkadang rasa bosan datang menghampiri. Kondisi ketika berada dalam lingkungan yang dianggap tidak
asing tapi gue ngerasa belum nyaman. PERBEDAAN. Yup, itulah yang gue rasa belum menemukan zona nyaman.
Gue berada dalam negara yang
ber-pancasila dan ber-bhineka tunggal ika,
berbeda-beda tapi tetap satu jua yang artinya negara ini masih banyak
perbedaan. Satu tujuan tapi beda jalan. Bener nggak ya?? -_-
Salah satu contoh ketika “mencari”
jodoh J, katanya
sih pebedaan karakter itu biasa tapi asalkan masih satu prinsip. Karena, ketika dua insan yang bersatu memiliki karakter yang sama, kehidupan ini
akan datar-datar saja, nggak ada keindahan warna. Namun, bagaimana caranya
menyatukan dua karakter yang berbeda menjadi satu??. Memahami satu sama lain, yup. Mungkin itu
salah satu jawabannya.
Kembali ke topik yang pertama, negara Indonesia yang ber-bhineka tunggal
ika. Yang pasti banyak warna-warni ketika kita dihadapkan dengan sebuah bangsa yang
memiliki banyak perbedaan. Perbedaan bahasa, suku, adat, bahkan agama pun
berbeda. Saat perbedaan bahasa, suku, dan adat sudah tidak menjadi masalah,
namun yang sedikit sulit ketika kita dihadapkan dengan perbedaan keyakinan.
Islam mengajarkan kita untuk toleransi,
baik dengan saudara sesama muslim maupun non muslim. Bahkan Rasulullah pernah
bertransaksi jual beli kepada non muslim. Itu sebagian contoh kecil dari sifat
toleransi yang diajarkan Rasulullah kepada kita. Namun, melihat kondisi saat ini di Indonesia
yang tidak hanya satu agama masih sulit untuk bersifat toleransi.
Salah satu contoh ketika ada kabar kontes
Miss World diadakan di Indonesia. Masih saja ada pro dan kontra. Ada yang setuju dikarenakan ingin mengenalkan
dunia pariwisata yang ada di Indonesia, adakah jaminan?? -_- Kemudian bagi yang
tidak setuju, dikarenakan ajang Miss World merupakan salah satu virus untuk
merusak generasi bangsa Indonesia ini, karena mayoritas orang Indonesia adalah
muslim dan menganggap kontes tersebut merupakan bagian dari diskriminasi wanita.
Dengan cara seperti inikah non muslim “mencuci” otak kita. Sungguh mengenaskan
-_-
Apakah ini bisa dinamakan toleransi?? Atau bahkan
liberalisasi??
Ini juga termasuk menggunakan kekuasaan
dengan sewenang-wenangnya. Ketika mereka yang berkuasa seenaknya sendiri, tidak
melihat kondisi yang ada. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kontes Miss World
adalah strategi bisnis mereka untuk pemasukan APBN. Miss Universe 2000 (Lara
Dutta) bahkan mengatakan “Wajar bila saya dipakai oleh pemilik bisnis yang
mempromosikan diri saya asal aturan main jelas”.
Seperti kembali pada zaman jahiliyah, saat
wanita dapat diperjual-belikan. Astaghfirullah. Kehormatan wanita seakan tak
ada artinya, dapat di beli dengan mudahnya.
Islam bahkan sangat memuliakan kedudukan
wanita karena wanitalah yang nantinya yang akan mengajarkan anak-anaknya.
Namun, jika wanita tidak bisa menjaga dirinya, apakah bisa menjaga anak-anaknya
atau keluarganya. Wanita bisa dikatakan dengan “agen of change”, karena kehidupan bangsa nantinya ditentukan
dengan bagaimana seorang ibu mendidik anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar