Rabu, 05 November 2014

Aku Rindu, Kemana Kalian??


Aku rindu, benar-benar rindu dengan zaman itu. Ketika aku dulu sampai bela-belain ikut mabit, tpi sekarang?? Boro-boro ada mabit, syuro aja sering telat. Ikut dauroh yang sampek dibelain ngorbanin kuliah dan kabur dari ma’had, sekarang?? Boro-boro ikut dauroh, ikut kajian aja bolong-bolong. Berhenti sejenak, tiba-tiba air mata ini menetes. Teringat pesan ummi ketika aku bandel, hampir satu bulan nggak ikut liqo gara-gara merajalelanya teroris saat itu, pesen dari ummi intinya da’wah ini yang meneruskan kamu mbk, sampai saat ini pesen itu yg menancap dalam pikiranku.
Aku menulis ini diiringi dengan lagunya izzatul islam yg judulnya tekad, biar hati ini luluh bahwa perjalanan ini masih panjang.
Aku iri dengan kalian yang selalu bertanya tentang kesibukan jamaah ini, walaupun aku sendiri bingung harus menjawab seperti apa. Aku iri dengan kalian yang sering ikut aksi di jalan yang punya chemistry tersendiri. Aku iri, aku rindu, benar-benar aku rindu. Aku pernah berpikiran untuk sejenak mengasingkan diri dari jamaah ini, namun apa daya, percuma bahkan nggak ada hasil jika mengasingkan diri.
Maafkan aku jika selama ini selalu mengkritik, selalu bawel, selalu egois, karena aku hanya ingin dalam jamaah ini serius dan nggak main-main. Aku tau kalian semua sibuk, bahkan lebih sibuk dari seorang pejabat. Tapi apakah kalian ingin perlahan jamaah ini sekedar formalitas tanpa didasari ikatan ukhuwah.
Lirik lagu Tekad (Izzatul Islam)
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho di hati
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi
Robbi….
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak menumbang kezaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi dakwah ini , jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi
*Tulisan di siang hari dari seorang yang merindukan kalian 

Rabu, 03 September 2014

Antara Aku, KAMMI dan Indonesiaku


            Ketidak sengajaanku masuk dalam ruang lingkup para kader-kader luar biasa. Awalnya aku ingin masuk LDK (Lembaga Da’wah Kampus), namun takdir berkata lain aku masuk di KAMMI dan menyadari setelah beberapa bulan ikut DM1. Anehnya aku bisa bertahan dan rasa penasaranku kepada KAMMI semakin menjadi. Mulai dari cari info di media sosial, dunia maya sampai dunia nyata. Berbagai agenda ku ikuti, diskusi politik, aksi di jalan dan bebagai agenda lain.
            Memang dari kecil didikan orang tua adalah didikan “Tarbiyah”. Namun, orang tua selalu memberikan kebebasan untuk memilih, tidak pernah mengarahkanku untuk mengikuti organisasi apapun bahkan KAMMI. Kakakku yang ternyata juga kader KAMMI juga tidak pernah mengarahkanku. Sejak dulu, aku sama sekali belum pernah mengikuti organisasi karena ketidaknyamanan dengan lingkungan sekolahku. Mungkin KAMMI ini akan menjadi pilihanku yang pertama dan yang terakhir.
            Keberadaan KAMMI di kampus tidak mendapatkan perhatian pihak kampus. Bagi mahasiswa ataupun dosen masih aneh dengan KAMMI. KAMMI di kampusku masih minoritas. Ketika DM1 target yang dicapai adalah peserta bukan kualitas calon kader KAMMI. Alhamdulillah saya lulus, usaha pertama kali yang saya lakukan adalah mencari info sebanyak-banyaknya tentang KAMMI. Berbagai agenda saya ikuti,
            Alhamdulillah aku mendapat amanah di bidang Humas, aku semakin mudah mengenal KAMMI dan insya Allah aku mencintai KAMMI karena Allah. Aku semakin nyaman berada di KAMMI, walaupun di fakultasku hanya beberapa kader saja bahkan di jurusanku yang satu angkatan denganku tidak ada yang masuk KAMMI, hanya aku seorang. Mungkin itu yang membuatku sampai saat ini bisa bertahan di KAMMI.
            Semangatku di KAMMI berdampak positif bagiku, suka baca, suka nulis, suka diskusi, dan berbagai hal lainnya.
            Kontroversi yang selalu menjadi obrolan atau diskusi para kader menjelang pemilu ini adalah hubungan antara KAMMI dan PKS, karena memang mayoritas kader KAMMI banyak yang masuk ke PKS. Salah satu contoh adalah Fahri Hamzah yang dulu pernah menjadi ketua umum KAMMI yang pertama, siapa sih yang tak kenal bang fahri (sapaan Fahri Hamzah), bang fahri juga menjadi perintis PKS sejak dulu hingga saat ini. Seperti tradisi namun juga menjadi kontroversi. Sedikit banyak aku mengenalnya, karena memang aku berada di dua posisi tersebut.
            KAMMI dan PKS masih ada kaitannya dengan Ikhwanul Muslimin yang ada di Mesir. Sampai saat ini pun sedikit bingung, apa yg membedakan diantara keduanya. Karena memang selama ini yang aku anggap adalah bahwa KAMMI dan PKS adalah jamaah yang sesuai apa yang aku inginkan.
            Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), kata terakhir yang tertancap adalah Indonesia. Di KAMMI aku semakin mengenal kondisi negaraku sendiri, semakin peduli dengan apa yang terjadi kepada bangsa ini. Aku mulai paham tentang politik dan pergerakan baik itu di Indonesia ataupun di luar Indonesia.
            Kondisi Indonesia saat ini yang sangat miris dengan berbagai tindakan kriminal, kasus korupsi dan kasus-kasus yang lain, seakan-akan belum bisa teratasi. Itulah tugas kita sebagai mahasiswa yang memiliki negara Indonesia ini terutama sebagai kader KAMMI yang sangat berperan penting, karena KAMMI merupakan pergerakan mahasiswa yang mencetak kadernya sebagai pemimpin yang “Muslim Negarawan”, artinya KAMMI tidak hanya mencetak kader yang hanya cinta nasionalisme namun juga mampu membawa bangsa ini kepada Indonesia yang madani, atau sebaliknya KAMMI tidak hanya mencetak kader yang islami namun tidak cinta kepada negaranya sendiri.
            Kalau kita hanya memilih salah satu, menjadi muslim yang tidak negarawan atau menjadi negarawan yang tidak muslim itu sama saja mengantarkan negeri Indonesia ini menjadi negeri yang liberal, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah berKTP islam. Kondisi seperti ini juga diperparah dengan kontoversi golput yang akhir-akhir ini menjadi topik pembahasan politik di negri ini.

            Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah aspirasi para pemuda masa kini untuk memberikan perubahan yang konkret kepada negara Indonesia ini. Semoga aksi-aksi KAMMI yang selama ini telah menghiasi setiap jejak di jalan yang ada di seluruh Indonesia dapat memberikan kerja yang nyata bagi negara ini. Totalitas Perjuangan!!! #KAMMIforIndonesia 

Kamis, 26 Juni 2014

Ketika Poligami Masih Menjadi Momok Menakutkan



Apa yang ada dibenak anda ketika mendengar kata poligami?? Masihkah menjadi bahasan yang menakutkan atau bahkan jadi obrolan yang mengasyikkan??
Sebagian wanita yang masih takut dengan poligami, mungkin termasuk saya sendiri,,, hehehe. Mendengar saja seakan-akan itu menjadi musuh kita, apalagi membahasnya. Tapi bukan wanita saja yang takut dengan poligami, pria terkadang juga masih ada, karena pria alasannya adalah tidak bisa untuk berbuat adil. Kalau istri tidak mau dipoligami karena takut akan menjadi korban diskriminasi suami yang tidak bisa berlaku adil. Memang hasrat seorang wanita yang selalu ingin menjadi yang pertama dan terakhir, karena wanita memang lebih mengedepankan perasaan daripada logika.
Ketika saya melihat sinetron catatan hati seorang istri #CHSI yang menceritakan kisah rumah tangga selalu saja ada problematika. Mulai dari problematika kekerasan rumah tangga sampai dengan kisah perceraian. Ada 2 sudut pandang yang bisa diambil dari kisah CHSI tersebut, yaitu sebuah pilihan yang akan diambil oleh annisa ketika suaminya selingkuh adalah jalan perceraian karena annisa tidak mau di poligami sedangkan sikap hana saat tau suaminya selingkuh adalah berusaha untuk menerimanya dan membuka lembaran baru kehidupan rumah tangganya karena hana masih memiliki tanggungjawab terhadap anaknya. Dapat dilihat bagaimana keegoisan sikap annisa yang lebih mengutamakan perasaannya dibandingkan dengan hana yang mampu mengontrol egonya utnuk menyelesaikan problematika rumah tangga. Kisah tersebut  masih melihat dari sudut pandang seorang istri. Gambaran dari sikap istri terhadap suami yang mayoritas terjadi di masyarakat.
Ada kisah menarik dari artikel hidayatullah yang saya baca beberapa hari yang lalu. Seorang anak yang suka memiliki ibu banyak, dia mengatakan bahwa senang memiliki ibu banyak tapi para ibu tersebut sayang terhadap anak-anaknya walaupun anak tersebut bukan anak kandungnya. Dr. Ing. Gina Puspita, DEA. istri pertama dari 4 istri Dr. Abdurahman Riesdam Efendi. Beliau merupakan wanita Indonesia pertama yang lulus kedirgantaraan di Ecole National Superieure de l’Aeronautique et de l’Espace (Ensae), di Toulouse, Prancis. Wanita kelahiran Bogor 8 September 1963 ini bahkan pernah menjadi Kepala Departemen Structure Optimization Divisi Riset & Development IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara).
Beliau mengatakan bahwa poligami merupakan salah satu dari sekian ribu syariat islam, jadi bukan perkara wajib. Tapi masih menjadi masalah negara, padahal shalat yang berkali-kali Allah katakan sebagai “tiang agama”, negara tak pernah peduli apakah manusia melakukannya?
Para aktivis perempuan dan pengagum feminis pernah mengusulkan tentang pelarangan praktik poligami ini, karena mereka beranggapan bahwa poligami merupakan bentuk pelanggaran hak-hak perempuan terkait “kekerasan” dalam rumah tangga. Apa yang disangkakan mereka itu salah, bahkan Dr. Gina tak mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ia bahkan mencarikan sendiri calon-calon pendamping sang suaminya untuk yang kedua sampai keempat.

Subhanallah, pernyataan beliau kepada media massa yang mungkin mampu membuka hati para wanita adalah “poligami itu indah dan memang perlu.” Sekarang ini yang jadi masalah sebenarnya bukanlah poligami, jadi tak perlu sibuk memeranginya. Sama halnya sekarang, banyak orang shalat tapi masih korupsi, lantas apakah dengan begitu kita akan memerangi shalat? Banyak masalah lain yang kita perlu selesaikan. Pendidikan kita bermasalah, Ekonomi kita bermasalah, Kebudayaan dan semua aspek kehidupan kita sudah rusak, da itu adalah masalah. Maka mari kita kembali kepada Allah. Jadikan Ia segalanya. Bila demikian akan selesailah semua masalah. Mau monogami atau poligami, jika kembali kepada Allah, insya Allah akan membawa kehidupan yang harmoni.

 “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (An-Nisa’:3)
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’:129)
Pada surat An-nisa’ ayat 129 menjelaskan bahwa siapapun tak akan mampu berlaku adil diantara istri-istrinya. Ini artinya, poligami sebenarnya tidak dibolehkan, karena kebolehan itu tergantung pada syarat “adil” yang mustahil direalisasikan. Karena makna adil disini adalah berkaitan dengan hati (seperti rasa cinta yang lebih kepada istri yang lain). Adil dalam hal inilah yang tidak mampu dilakukan oleh manusia, sehingga mereka tak diperintahkan untuk berlaku adil dalam hal ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sendiri bersabda: “Ya Allah inilah pembagianku dalam apa yang aku punyai (mampu melakukannya, yaitu urusan nafkah dan menginap) dan janganlah mencelaku pada apa yang Engkau punya dan tidak aku punya (urusan hati).” [HR. Abu Dawud]
Namun, adil dalam makna surat An-Nisa’ ayat 3 adalah tentang muamala. Seperti memberi nafkah, fasilitas, pendidikan anak, dan lain sebagainya. Adil yang seperti itulah yang mampu dilakukan oleh manusia.
Poligami adalah pilihan sosial yang mubah, boleh dilakukan dan tidak berdosa orang yang tidak melakukannya. Tidak wajib dan tidak dibolehkan bagi laki-laki yang merasa tidak sanggup berbuat adil, yang terpenting adalah kita tidak boleh membenci hukum kebolehan poligami ini karena hukum ini merupakan syariat islam Rasulullah bahkan menganjurkan asalkan bisa berbuat adil, ingat! bisa berbuat adil.

Wallahua’lam. Semoga bermanfaat J

Minggu, 22 Juni 2014

Sabar Itu Nggak Ada Batasnya




            ”Kesabaran merupakan perlindungan dari kesalahan sama halnya seperti pakaian melindungi anda dari rasa dingin. Jika anda mengenakan lebih banyak baju ketika udara semakin dingin, rasa dingin tidak akan memiliki pengaruh terhadap anda. Jika anda menumbuhkan rasa sabar dalam diri anda ketika anda melakukan kesalahan, kesalahan tersebut tidak akan berdampak apapun pada diri anda.”
- Leonardo Da Vinci –
            Banyak sebagian orang mengatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya. Ketika kita menyaksikan berbagai adegan-adegan di sinetron yang mengatakan bahwa “Sabar itu ada batasnya”. Kata itu yang terkadang mampu membuat kita terpuruk ketika kita gagal atau bahkan membuat kita menyerah pada kondisi yang sangat “kritis”. Sebenarnya sampai mana sih batas kesabaran itu. Biasakah kita ukur?? Bisakah kita timbang?? Bisakah kita liat??
            Dalam Al-Qur’an banyak menyebutkan tentang pentingnya sebuah kesabaran. Bahkan sabar itu bisa menjadi penguat dan penolong kita saat menghadapi suatu ujian kehidupan. Masih ingatkah kisah para anbiya’ yang selalu menjadikan sabar adalah sebagai penguat dalam segala kehidupannya. Salah satu contoh yaitu kisah dari nabi Ayub As yang menderita penyakit parah sehingga tak ada satupun manusia yang mendekatinya, bahkan istrinya juga tidak mau mendekati nabi Ayub As lantaran godaan syaitan.
            Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(Al-Baqarah: 153)
            Rasulullah Saw salah satu teladan kita juga mengajarkan tentang kesabaran, bahkan seorang Rasul-pun yang dijamin masuk surga masih bisa menghadapi kesabaran umatnya. Bagaimana dengan kita yang sama sekali tidak ada jaminan masuk surga?? Seberapa sabarkah diri ini menghadapi "skenario kehidupan" ini?? Masikah kita terlena akan janji Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah tersebut “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. Janji Allah itu pasti.
            Masih banyak kisah para anbiya’ yang menggambarkan tentang kesabaran. Bahkan mungkin kesabaran kita masih jauh dibandingkan dengan kesabaran para anbiya’. Namun, kita sering mengeluh yang terkadang bisa menjadikan kita semakin lemah dan terpuruk.
            Detik-detik Ramadhan akan segera datang menghampiri kita. Sudahkah kita mempersiapkan dan menyambutnya??
            Salah satu cara kita agar senantiasa bersabar adalah dengan berpuasa. Terbelunggunya syaitan ketika bulan Ramadhan bukan berarti kita terlepas dari sebuah kesabaran, karena puasa merupakan separuh dari sabar. Ketika kita mampu melewati puasa sesuai dengan yang telah ditentukan, menjadikan puasa itu sebagai penguat iman kita. Jasmani dan rohani kitapun akan menjadi sehat.
            Banyak manfaat dari puasa salah satunya yaitu menjadikan kita mampu bersabar. “Ya Allah jadikanlah aku penyabar dan bersabar dengan setiap dugaanMu”. Semoga puasa Ramadhanmu menjadikan sebagai penguat iman dan kesabaran. Amin J
Wallahua’lam. Semoga Bermanfaat J

             

Minggu, 15 Juni 2014

Jangan Kau Gadaikan Waktu Ramadhanmu


Bosen bahas capres??
Yuk beralih ke pertandingan bergengsi FIFA World Cup 2014. Mulai dari kehebohan nonton bareng sampek di dunia mayapun nyaris menyita perhatian kita.
Semoga itu hanya menjadi hiburan. Bukan menjadikan kita terlena. Terlena akan tugas-tugas kuliah misalnya.
Tahun ini adalah tahun yang istimewa, ketika "sang Ramadhan" itu datang dia disambut oleh dua ajang begengsi di negara ini. Indonesia. Pertandingan politik dan pentandingan sepak bola dunia.
Kawan, semoga Ramadhanmu tidak "tergadaikan" oleh perdebatan capres dan piala dunia. Bahkan sampai ada yang taruhan. Astagfirullah
Mau dikemanakan waktu Ramadhanmu??
Semoga kalian bisa menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momen ikhtiar dan sebuah kejujuran. Karena momen capres dan FIFA itu tidak hanya satu tahun sekali, itu artinya momen capres dan FIFA adalah momen yg sangat dinanti. Pertama, ikhtiar kalian menentukan capres yang akan di pilih dan ikhtiar harus begadang melihat FIFA. Kedua, jangan samapai di bulan yang mulia ini ada “titik hitam” yang ternodai, kedua ajang bergengsi tersebut jangan dijadikan ajang taruhan (judi). Banyak ayat Al-Qur’an yang menerangkan tetang judi, salah satunya ada di Surat Al Maidah ayat 91 “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”
Jadwal debat capres dan jadwal piala dunia yang menjadi alarm untuk mengingatkan kita untuk melihatnya. Tapi apakah ada jadwal Ramadhanmu yang tertempel di buku harianmu atau di gadgetmu yang selalu menemanimu?? Target qiyamul lail, tilawah, hafalan, baca buku, dan agenda-agenda Ramadhan lainnya.  
Nisfu sya’ban telah berlalu, detik-detik Ramadhan mulai muncul. Jangan lupa dengan target yang telah dibuat selama bulan Ramadhan. Rasulullah selalu menyiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Persiapan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah persiapan jasmani dan rohani. Persiapan jasmani berupa puasa senin-kamis dan ayyamul bidh, sedangkan persiapan rohani dengan cara qiyamul lail setiap hari dan perbanyak dzikir.
Seberapa siapkah kamu menyambut “Sang Ramadhan” datang??
#EpisodeMuhasabahDiri
Semoga target Ramadhan kali ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Amin J

Jumat, 06 Juni 2014

Samudra Cinta (part 2)


Aku berjalan perlahan menuju ke depan kelas sambil menikmati sejuknya hawa dingin yang ada di kampus. Tak ada orang di dalam kelas, mungkin aku datang terlalu pagi. Yups, aku lebih suka datang pagi. Karena keindahan pagi yang selalu membuatku semangat menjalani kehidupan. Aku duduk di depan kelas ditemani sebuah buku yang aku baca semalam.
            “Assalamualaikum kak, belum masuk kelas ya??” Sarah menghampiriku dan duduk disampingku
            “Waalaikumsalam, iya belum masuk” Jawabku dengan senyum
            Sarah, teman seperjuanganku selama aku di kampus. Sudah dua tahun dia menemaniku, baik dalam belajar bersama di kampus yang hampir setiap semester jadwal kita sama sampai agenda di luar kampus yang sama dalam satu organisasi. Handphoneku bergetar, ada pesan dari dosenku. Beliau hari ini tidak bisa hadir karena ada acara mendadak. Pesan itu aku foward ke teman-temanku satu kelas.  
            “Ukh, hari ini bu Rani nggak bisa datang karena ada acara mendadak” pesan kusampaikan kepada sahabatku tercinta
            “Owh, baguslah. Ane mau ngajak anti jalan-jalan” Sarah tersenyum sambil menarik tanganku
            “Heeii, mau kemana?? Ini masih pagi, jalan-jalan mulu” jawabku sambil mengikuti langkahnya
              Aku mengikuti langkah kakinya Sarah yang semakin cepat. Dia membawaku ke gedung megah bernama Ir. Soekarno. Gedung paling dekat dengan keramaian lalu lintas, namun ketika melihat gedung itu terlihat nyaman dengan model arsitektur ciri khas negara timur. Aku masuk ke gedung tersebut, di lantai 1 terdapat Expo Sirah Nabawiyah. Disana terdapat gambar-gambar sejarah islam.
            “Ukh, disini belum ada orang. Emangnya kita mau ngapain disini?” Tanyaku sambil melihat sekeliling arena Expo
            “Ya emang sengaja ngajak kamu berangkat pagi. Kita bisa lebih lama disini, bentar lagi ada pemandunya kok yang akan menjelaskan.” Jawab Sarah dengan antusias
            Beberapa menit kemudian ada beberapa mahasiswa yang berpakaian rapi dan menggunakan almamater yang menuju ke arah expo, mereka menghampiriku dengan keramahan dan penuh dengan senyuman.
            “Assalamualaikum ukhti ada yang bisa dibantu??” kata salah satu mahasiswa yang menghampiriku
            “Waalaikumsalam, ya nie mau lihat-lihat expo.” Jawabku sambil tersenyum
            Aku ditunjukkan berbagai sejarah Islam yang luar biasa. Mulai dari kisah ka’bah yang dikelilingi oleh berhala. Serta berbagai macam perang, mulai dari perang uhud, perang parit dan perang badar. Terdapat miniatur yang menggambarkan terjadinya perang. Ternyata masih banyak lagi yang harus kuketahui dan kupelajari dari Sirah Nabawiyah.
            Ketika aku sudah lelah berjalan dan mendengarkan kisah yang dijelaskan oleh pemandu yang ada di expo tersebut, aku berhenti sejenak dan menghela nafas ketika pemandu menjelaskan kisah wafatnya Rasulullah. Sungguh luar biasa, ketika wafatpun yang diingat oleh Rasulullah adalah umatnya, beliau menyebutnya hingga tiga kali. Ummati ummati ummati.
            Tiba-tiba air mataku tak terasa telah jatuh. Sungguh, bukti cintanya Rasulullah kepada umatnya seakan-akan tak bisa tergantikan. Karna itu aku menyebut Sirah Nabawiyah adalah Samudra CintaNya kepada seluruh alam semesta ini dan seluruh isinya J

Wallahua’lam

Kamis, 29 Mei 2014

Antara Ikhwanul Muslimin (IM), Mesir dan Al-Azhar


Ikhwanul Muslimin atau panggilan kerennya Al-Ikhwan adalah sebuah jamaah yang ada di Mesir. IM mulai didirikan pada bulan Maret 1928 di kota Islamiyah Mesir oleh Imam Hasan Al-Banna. Kemudian ketika Imam Hasan Al-Banna dipindah tugaskan sebagai guru di sekolah Abbas pertama di Kairo. Namun, dengan perpindahan tugas tersebut dimanfaatkan oleh Hasan Al-Banna untuk meluaskan aktivitas da’wahnya ke ibu kota Mesir, tempat berbagai keputusan politik dilakukan dan jumlah penduduknya jauh lebih banyak serta heterogin dibandingkan islamiah.
            Kota Islamiah juga menjadi sejarah bagi IM, karena kota Islamiah telah memberikan inspirasi yang mengagumkan sebagai tempat dimulainya pertumbuhan gerakan ikhwan. Dari kota yang merupakan kamp Inggris mulai membangkitkan diri setiap warga yang tekad dan kuat untuk mengkaji ulang keberadaan penjajah Inggris yang telah menimbulkan berbagai bencana, kesengsaraan, serta hilangnya harga diri dan martabat bangsa Mesir umumnya dan Islam pada khususnya. Penjajahan yang dilakukan Inggris merupakan penghalang utama bagi kebangkitan dan kemajuan Mesir serta rintangan besar upaya menciptakan persatuan Arab dan umat islam selama 60 Tahun. 
            Dengan perjuangan yang dilakukan IM dan semakin banyaknya pengikut sampai mampu ke ranah parlemen menjadikan geram kaum zionis. Mulai dari pemerintahan an-Naqrasyi yang berusaha membubarkan IM sampai saat ini tentang kudeta Mursi yang tidak kunjung usai.
            Mesir adalah tempat bersejarah bagi Ikhwan, karena berawal dari Mesir Ikhwan mampu menguncang dunia bahkan sampai di negara ini. Indonesia. Masih ingatkah dengan kemerdekaan bangsa ini, negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir (secara de facto). Ikhwan masuk ke Indonesia melalui jamaah haji dan kaum pendatang Arab sekitar tahun 1930. Pada zaman kemerdekaan, Agus Salim pergi ke Mesir dan mencari dukungan kemerdekaan.
            Keindahan Mesir tidak hanya Piramida dan Sungai Nil yang sangat familiar dikalangan kita. Namun, Mesir masih punya Al-Azhar yang megah hingga saat ini. Selayang pandang sejarah Al-Azhar adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi mengembalikan Mesir menjadi Sunni, pemikiran syi’ah dan khilafah Syi’iyah mengakar sekitar abad ke-7 H. Sultan an-Nasher Shalahuddin mencoba mendirikan sebuah institusi ilmiah yang diberi nama Al-Azhar. Institusi tersebut mengkaji dan mengajarkan mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah, serta ilmu keislamaan seperti akidah, bahasa Arab, serta berbagai disiplin ilmu lainnya. Sejak saat itu hingga sekarang Al-Azhar mulai terkenal sebagai salah satu Institusi pendidikan Islam yang unggul dan hebat di seluruh penjuru dunia Islam, dari ujung barat sampai ujung timur, dan dikunjungi oleh kaum muslim yang ingin menimba ilmu keislaman. Hingga sekarang, sudah tak terhitung alumni yang telah dihasilkan oleh Al-Azhar baik di Mesir dan negara-negara Arab maupun di berbagai negara islam lainnya.
            Ulama-ulama Al-Azhar dalam perjalanannya kemudian baik di Mesir, negara Arab serta Islam lainnya, menguasai berbagai disiplin ilmu, atau menduduki berbagai jabatan terhormat. Dengan demikian kiprah dan pengabdian para ulama Al-Azhar telah melampaui Mesir dan menyeberang ke berbagai negara di dunia Arab dan islam. Sejarah Al-Azhar menjadi saksi yang jujur untuk semua itu. Meski demikian, sebagai sebuah institusi pendidikan islam terbesar, Al-Azhar juga sering dianggap sebagai momok di mata para penjajah dan musuh-musuh islam dan bagi para penguasa yang zalim. Hal ini disebabkan sering munculnya berbagai demonstrasi yang dari Al-Azhar, menentang kebatilan dan kezaliman. Karena dari sana pula dirancang berbagai strategi dan konsep untuk melawan musuh-musuh islam.
            Pandangan ikhwan terhadap Al-Azhar senantiasa posistif sebagai dampak dari pemahamannya yang benar terhadap agama Islam. Ikhwan menyadari sepenuhnya pentingnya peran Al-Azhar baik di Mesir maupun diseluruh dunia Islam dalam melindungi ilmu Islam dan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Jamaah ini juga menghargai amal mulia yang dilakukan Al-Azhar di bidang da’wah dan pengajaran. Imam Hasan Al-Banna mengungkapkan hubungan pemikiran IM dengan Al-Azhar dan para ulamanya, beliau mengatakan “Salah satu faktor yang mendorong bangsa Timur untuk menyimpang dari Islam dan memilih untuk mengekor ke Barat antara lain karena mereka beranggapan bahwa kebangkitan Barat berhasil dengan baik setelah mereka mampu meruntuhkan agama dan gereja, membebaskan diri dari kekuasaan Paus, membasmi semua kekuasaan agama di tengah masyarakat serta memisahkan secara total antara masalah agama dengan masalah kenegaraan. Konsep islam terhadap masalah tersebut sangat berbeda dengan konsep agama manapun. Kekuasaan dalam Islam kecil dan terbatas, dan tidak mungkin dapat mengubah situasi serta membalikkan sistem islam. Hal itu menjadikan kaidah-kaidah pokok Islam sepanjang waktu akan dapat menyesuaikan diri dengan zaman, dan selalu mengarah kepada kemajuan, mendukung ilmu pengetahuan serta melindungi para ilmuwan.”
            Memang erat hubungan IM, Mesir dan Al-Azhar. Mereka tidak dapat dipisahkan, karena sangat berperan penting dalam dunia Islam.
Wallahua’lam. Semoga bermanfaat J   
            

Sabtu, 24 Mei 2014

Yuk Belajar Berbagi^^


Tak terasa, tidak lama lagi kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan, bulan yang selalu dirindukan kehadirannya. Pada bulan Ramadhan kita diwajibkan berpuasa dan membayar zakat, banyak pahala yang kita dapatkan ketika bulan Ramadhan. Setiap orang berlomba-lomba mendapatkan keberkahan, salah satunya adalah berbagi bersama saudara.
            Pada bulan Ramadhan kita benar-benar dilatih menjaga diri dengan cara memperbanyak ibadah (habluminallah) dan saling peduli kepada saudara (habluminannas). Banyak kita jumpai masjid-masjid yang menyediakan makanan untuk sahur ataupun buka puasa. Di bulan Ramadhan juga terdapat kewajiban yang harus kita tunaikan, yaitu membayar zakat fitrah. Momen seperti inilah yang mampu melatih kita peduli terhadap sesama.
            Keindahan yang seperti itu terkadang akan sirna setelah bulan Ramadhan berakhir. Kepedulian sosial terabaikan karena mereka terlena akan kehidupan pribadinya. Kita sebagai orang islam mempunyai kewajiban kepada saudara lainnya, jangan membiarkan orang-orang yang miskin dan terlantar.
Saya ingin berbagi ilmu (cuplikannya saja) yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu tentang kewajiban kita kepada masyarakat. Cara yang pertama adalah memberi nafkah kepada karib kerabat. Dalam Al-Qur’an Surat Al Isra’ ayat 26 dijelaskan bahwa “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” (17:26) Kewajiban seorang muslim adalah utamakan karib kerabat dahulu misalnya keluarga, saudara terdekat dan tetangga. Cara yang kedua adalah membanyar zakat. Zakat adalah rukun islam yang ketiga, zakat adalah salah satu cara kita berbagi kepada saudara kita dan hal terpenting dari zakat adalah dengan zakat mampu membersihakan dan mensucikan harta. Terdapat dalam surat At-Taubah ayat 103 “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (9:103) Sesungguhnya zakat itu mengambil dari aghniya’ (orang-orang kaya) untuk fuqoro’ (orang-orang miskin): dari umat dan untuk umat. Bukan hanya zakat fitrah saja ya, jika ingin mengetahui lebih dalam tentang zakat bisa tanya kepada orang yang sudah mahir misalnya ustad, dosen atau MR masing-masing J.
Berbagi itu indah, tidak hanya diri sendiri yang merasakan tapi orang lain juga bisa merasakan kenikmatan dari Allah Swt. Jangan lupa untuk selalu bersyukur J

Kamis, 15 Mei 2014

Sensitif Dunia Politik Bagi Kaum Hawa


Masih banyak orang yang beranggapan bahwa wanita tidak pantas untuk berpartisipasi dalam dunia politik bahkan mengenal politik saja masih dinilai asing. Karena memang secara psikologi seorang wanita ketika menjadi pemimpin lebih mengedepankan perasaan daripada ideologinya, dan itu menjadi kelemahan wanita ketika sudah berkecimpung di dunia politik.
            Asumsi dunia barat kepada kaum hawa tentang pastisipasinya dalam ruang publik adalah wanita dianggap lemah, baik secara fisik ataupun mental. Asumsi inilah yang menjadikan munculnya gerakan kesetaraan gender dan feminisme. Bahkan dalam kasus ibadah sholat, kedudukan shaf wanita dalam sholat sejajar dengan pria.
Hal itu sangat bertentangan dengan islam, kita belajar islam secara syumul (keseluruhan) tak terkecuali ilmu politik. Islam tidak melarang wanita menjadi pemimpin. Contoh pada zaman nabi Sualaiman ialah ratu Bilqis yang berhasil memimpin negaranya. Ini sebagai bukti bahwa wanita itu mampu untuk menjadi pemimpin, namun tidak untuk pemimpin keluarga. Pemimpin keluarga tetap menjadi tanggung jawab sorang pria.
Islam telah memposisikan wanita ditempat mulia sesuai dengan kodratnya. Dr. Yusuf Qardhawi mengatakan bahwa wanita memegang peran penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Bahkan ada yang mengatakan “jika akhlak wanitanya rusak maka rusaklah negara”. Seorang wanita juga tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya, dan mampu menjadi istri yang sholihah bagi suaminya. Karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, jika mampu mempersiapkan wanita yang baik maka itu artinya mempersiapkan negara yang baik juga.
Syeikh Hasan Al-Banna menyatakan bahwa politik adalah memperhatikan urusan umat, luar dan dalam negri, intern dan ekstren, secara individu dan masyarakat secara keseluruhan bukan terbatas pada kepentingan golongan semata.
Jika di Indonesia diberlakukan 30% wanita perwakilan dalam parlemen. Insya Allah keterlibatan wanita dalam dunia politik mampu menjadikan wanita peduli dengan politik dan negara ini akan menjadi lebih baik J
Wallahua’lam. Semoga bermanfaat J

Sabtu, 10 Mei 2014

Senandung Perjalananku dalam Lingkaran Tarbiyah


Tarbiyah secara bahasa adalah pendidikan. Disini saya tidak akan menjelaskan pendidikan seperti pekan lalu, namun saya akan menjelaskan tarbiyah menurut definisi saya pribadi. Tarbiyah yang ini beda, saya mengartikannya sebagai pembinaan. Dalam lingkaran ini kita diajarkan supaya tidak terlena dalam pendidikan dunia formal, namun juga bisa mengimbangi dengan ilmu-ilmu yang lain.
            Kita diajarkan mulai dari belajar membaca Al-Qur’an sampai belajar mengenal masyarakat kita. Banyak yang aku dapatkan dalam lingkaran ini, kenikmatan ukhuwah yang luar biasa dengan segudang aktivitas yang insya Allah akan mendekatkan diri kita kepada Allah.
            Lingkungan seperti ini memang tidak asing bagiku, sejak kecil aku sudah diberi pendidikan yang sampai saat ini akupun masih merasakannya. Walaupun aku sudah tertarbiyah sejak kecil, namun masih banyak yang harus dicari dan dilakukan. Karena memang sifat manusia itu mudah bosan dan kurang puas, namun kita tidak boleh terlena yaitu syukur. Bersyukur masih diberi kenikmatan iman yang tak bisa tergantikan oleh apapun.
Setiap pekan ruhiyahku di-charger supaya selalu ada motivasi untuk melakukan agenda yang bermanfaat. Setiap hari agenda tilawah tak luput dari agenda wajibku, mencari ilmu dengan berbagai cara itulah rutinitasku, mengenal masyarakat itulah kewajibanku.
Suatu waktu aku pernah berfikir, buat apa sih aku berpusing-pusing melakukan semua ini. Bahkan, aku harus mengobarkan harta untuk segudang aktivitas yang aku tidak tau dampak realnya bagi aku seperti apa. Dasar keyakinan yang aku imani adalah selama kita yakin masih punya Allah maka kebaikan yang kita lakukan akan Allah ganti dengan kebaikan yang lain. Masih ingatkah janji Allah yang berbunyi “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya Dia (Allah) akan melihat (balasan)nya”.


Itulah sedikit curhatanku dalam lingkaran tarbiyah yang selalu membimbingku dalam kebaikan J

Kamis, 01 Mei 2014

Kisah Kasih Dunia Pendidikan di Negaraku



2 Mei 2014 adalah peringatan penting bagi warga negara Indonesia yaitu Hari Pendidikan Nasional. Masih ingatkah dengan pahlawan pendidikan kita, slogan yang paling termasyhur di negara ini. Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan"). Yup, Ki Hadjar Dewantoro. Kali ini saya tidak akan menceritakan panjang lebar bagaimana kisahnya beliau, namun saya akan lebih membahas “nasib” pendidikan di negara ini. Jika ingin lebih mengenal sosok Ki Hadjar Dewantoro silahkan googling sendiri atau pergi ke perpustakaan ya J
            Apa arti pendidikan bagi kalian?? Duduk dibangku sekolah, belajar, mengerjakan tugas, atau hanya sekedar mengisi daftar absen J. “Menurut kamus besar bahasa Indonesia pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik”. Dalami baik-baik makna pendidikan, jika tidak ada perubahan sikap pada diri sendiri apalagi bangsa ini, berarti masih stagnan dan belum ada perubahan. Namun, bagaimana kondisi pendidikan di negara kita saat ini?? yuk kita simak penjelasan selanjutnya J
            Masih layakkah disebut dengan pendidikan??
            Problematika pendidikan yang sampai saat ini masih banyak terdengar adalah kasus kriminal antara guru dan siswa dan yang terakhir saya dengar adalah kasus bunuh diri dan kekerasan pada anak di bawah umur yang terdapat di JIS (Jakarta Internasional Shcool). Problem pendidikan yang mahal juga mengakibatkan banyak anak bangsa ini yang tidak mampu untuk sekolah, padalah negara ini adalah negara paling kaya. Masih banyak lagi potret pendidikan di Indonesia yang perlu diperbaiki.
            Apakah ada yang salah dengan kurikulum di negara ini??
            Masih ingatkah dengan UN (Ujian Nasional) yang semakin meresahkan nasib pelajar Indonesia ini. Ujian Nasional yang menjadi “patokan” untuk dapat dikatakan lulus dari sekolah, Ujian Nasional yang baru saja dilaksanakan oleh kawan kita anak-anak SMA sederajat menjadi cerminan bahwa pendidikan kita belum siap untuk bersaing secara sehat dengan negara lain, karena terdapat soal yang masih ada kejanggalan yaitu adanya unsur kampanye politik pada lembar soal Ujian Nasional bahasa Indonesia, ya semacam pencitraan. Masih layakkah pendidikan yang seperti ini??
            Masih banyak problem Ujian Nasional yang belum terselesaikan, mulai dari ada kecurangan dari pihak tertentu dan sampai ada yang bunuh diri gara-gara Ujian Nasional. Masikah layak disebut dengan pendidikan??
            Perubahan kurikulum sejak tahun 1947 hingga tahun 2013 ini merupakan bentuk ikhtiar bangsa Indonesia agar lebih baik. Apakah selama ini dengan perubahan kurikulum mampu memberikan fasilitas pendidikan yang layak bagi bangsa ini. Potret kehidupan pendidikan yang telah saya jabarkan walaupun hanya sepenggal dari kisah pendidikan kita, saya menilai pendidikan kita belum bisa dikatakan berhasil, walaupun perubahan kurikulum sudah dilakukan berkali-kali. Semoga kurikulum 2013 yang kita sebut dengan Tematik Integratif bisa lebih baik. Harapan saya, kita tidak hanya mampu mengedepankan IQ saja namun mampu menyeimbangkan antara IQ, EQ dan SQ.

        Semoga bisa menjadi refleksi. Jika ada kata yang salah mohon maaf, karna aku hanyalah seorang pelajar yang masih tertatih-tatih untuk belajar memahami makna kehidupan ini J

Senin, 21 April 2014

Kartini Abad 21

21 April 2014, mengenang salah satu pahlawan wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini. Kartini bukan terlahir bukan sebagai “anak kader” yang selalu tertarbiyah, namun kartini belajar mengenal islam dari kyai sholeh yang saat itu memberikan ceramah surat Al Fatihah. Dari pertemuan singkatnya dengan kyai sholeh yang mempelajari surat Al Fatihah sampai surat Ibrahim karena setelah itu kyai sholeh meninggal dunia. Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon. Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.
            Itulah sedikit kisah tetang kartini, yang saat ini hanya tinggal sejarah. Saya yakin masih banyak kartini-kartini di abad 21 ini, yang mungkin hanya dikenang beberapa orang saja bukan berupa tulisan atau lampiran sejarah. Saat mengenang jasa sang kartini, aku teringat akan sosok bunda yoyoh yusroh walaupun aku hanya mengenal lewat sebuah buku yang menceritakan kisah hidupnya. 21 Mei 2011 beliau telah meninggalkan kita semua, semoga bunda bahagia bersama bidadari surga J
            Bunda yoyoh yang dikaruniai 13 anak dan juga menjadi seorang aktivis di dunia politik. Sejak tahun 2004 beliau sudah menjadi anggota DPR RI. Subhanallah, bagaimana cara mengatur semua itu, dengan 13 anak (ada beberapa anaknya yang sudah hafal 30 Juz) dan berbagai aktivitas da’wahnya di dunia politik. Bagaimana caranya “mengharmoniskan” keduanya (keluarga dan parlemen) adalah tugas mulia yang tidak semua orang mampu. Masih banyak cerita bunda yang sangat menginspirasi, mulai dari perjalanan masa kecil bunda yang telah di “tarbiyah” kedua orang tuanya sampai beliau wafatpun masih ada kenangan. Bunda, walaupun aku belum pernah bertegur sapa denganmu. Namun, perjuangan bunda yang kukenal lewat tulisan-tulisan kan slalu kukenang.
            Mungkin bunda adalah salah satu sosok kartini abad 21 yang telah tiada, namun masih ada sang kartini di belahan bumi ini yang belum “tertulis” dan “terbaca” oleh publik. Kutunggu cerita para pejuang kartini :D 

Kamis, 03 April 2014

Sang Direktur Cinta

Aku mengenalmu lewat tulisan-tulisanmu yang selalu mampu menggetarkan jiwa-jiwa ini yang haus akan indahnya da’wah. Aku mengenalmu lewat media sosial yang menceritakan sejarah hidupmu hingga mampu masuk ke dunia politik. 
Ketika sang badai itu datang, tiba-tiba direktur cinta itu muncul menggetarkan Indonesia. Aku menyebutmu sebagai “direktur cinta” karena dengan cintamulah Indonesia akan tercipta harmoni. Setiap kata-katamu sering mengandung makna cinta. “Sesungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah gerak tanpa henti.” (Anis Matta Quotes)
Suara-suara lantangmu mampu menguatkan Para Kader Sejati yang terkena hempasan badai. Jargon #CintaKerjaHarmoni menjadi idola setiap kader, simpatisan, bahkan para haters-pun juga banyak mengenal jargon #CintaKerjaHarmoni. Dari bebagai kalangan juga mampu terhipnotis dengan semangatmu untuk mengubah dunia ini menjadi sepenggal firdaus.
Anis Matta Pemimpin Muda “Sang Direktur Cinta” 

Jumat, 10 Januari 2014

Rintihan Kehidupan

Aku sudah mulai jenuh ketika ma’siat sudah menjadi tontonan
Aku sudah mulai bosan ketika kepercayaan sudah mulai luntur
Aku mulai kenyang ketika makanan-makananku sudah tidak sehat
Kenyang karena setiap saat yang aku makan hanya berita media massa yang penuh dengan kepalsuan
Aku seperti dipaksa untuk memakannya, padahal rasanya ingin membuang jauh-jauh bahkan ingin memuntahkannya kembali
Mataku terasa capek ketika melihat berita dengan skenario-skenario yang tak ada tujuan atau bahkan hanya hiasan dinding
Otakku seperti ada titik-titik hitam yang membuat kepalaku seketika pusing karena berita, karena kehidupan ini, karena dunia ini, karena Indonesia ini
Telingaku mulai sulit untuk peka dengan kehidupan sekitar, karena suara mereka yang telah membuatku seperti ini
Hatiku yang selalu merintih kesakitan, bergetar karena takut, takut ketika hati ini telah banyak prasangka buruk terhadap kehidupan dunia ini, seperti ada racun dalam hatiku
Jiwaku tlah lelah untuk menerima semua ini.
Aku ingin merasakan KETENANGAN fisik, hati, jiwa dan ragaku

Ya Allah hamba yakin bisa melewati semua ini, tapi hamba hanya manusia yang penuh dengan bintik-bintik hitam. Hamba mohon kepadaMu, ketika kehidupan ini sudah mulai jenuh dengan kondisi manusia maka kuatkanlah hati hamba, kuatkanlah mata hamba, kuatkanlah telinga hamba, kuatkanlah otak hamba, kuatkanlah jiwa dan raga hamba.