Senin, 21 April 2014

Kartini Abad 21

21 April 2014, mengenang salah satu pahlawan wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini. Kartini bukan terlahir bukan sebagai “anak kader” yang selalu tertarbiyah, namun kartini belajar mengenal islam dari kyai sholeh yang saat itu memberikan ceramah surat Al Fatihah. Dari pertemuan singkatnya dengan kyai sholeh yang mempelajari surat Al Fatihah sampai surat Ibrahim karena setelah itu kyai sholeh meninggal dunia. Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon. Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.
            Itulah sedikit kisah tetang kartini, yang saat ini hanya tinggal sejarah. Saya yakin masih banyak kartini-kartini di abad 21 ini, yang mungkin hanya dikenang beberapa orang saja bukan berupa tulisan atau lampiran sejarah. Saat mengenang jasa sang kartini, aku teringat akan sosok bunda yoyoh yusroh walaupun aku hanya mengenal lewat sebuah buku yang menceritakan kisah hidupnya. 21 Mei 2011 beliau telah meninggalkan kita semua, semoga bunda bahagia bersama bidadari surga J
            Bunda yoyoh yang dikaruniai 13 anak dan juga menjadi seorang aktivis di dunia politik. Sejak tahun 2004 beliau sudah menjadi anggota DPR RI. Subhanallah, bagaimana cara mengatur semua itu, dengan 13 anak (ada beberapa anaknya yang sudah hafal 30 Juz) dan berbagai aktivitas da’wahnya di dunia politik. Bagaimana caranya “mengharmoniskan” keduanya (keluarga dan parlemen) adalah tugas mulia yang tidak semua orang mampu. Masih banyak cerita bunda yang sangat menginspirasi, mulai dari perjalanan masa kecil bunda yang telah di “tarbiyah” kedua orang tuanya sampai beliau wafatpun masih ada kenangan. Bunda, walaupun aku belum pernah bertegur sapa denganmu. Namun, perjuangan bunda yang kukenal lewat tulisan-tulisan kan slalu kukenang.
            Mungkin bunda adalah salah satu sosok kartini abad 21 yang telah tiada, namun masih ada sang kartini di belahan bumi ini yang belum “tertulis” dan “terbaca” oleh publik. Kutunggu cerita para pejuang kartini :D 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar