Tarbiyah secara bahasa adalah
pendidikan. Disini saya tidak akan menjelaskan pendidikan seperti pekan lalu,
namun saya akan menjelaskan tarbiyah menurut definisi saya pribadi. Tarbiyah
yang ini beda, saya mengartikannya sebagai pembinaan. Dalam lingkaran ini kita
diajarkan supaya tidak terlena dalam pendidikan dunia formal, namun juga bisa
mengimbangi dengan ilmu-ilmu yang lain.
Kita
diajarkan mulai dari belajar membaca Al-Qur’an sampai belajar mengenal
masyarakat kita. Banyak yang aku dapatkan dalam lingkaran ini, kenikmatan
ukhuwah yang luar biasa dengan segudang aktivitas yang insya Allah akan
mendekatkan diri kita kepada Allah.
Lingkungan
seperti ini memang tidak asing bagiku, sejak kecil aku sudah diberi pendidikan
yang sampai saat ini akupun masih merasakannya. Walaupun aku sudah tertarbiyah
sejak kecil, namun masih banyak yang harus dicari dan dilakukan. Karena memang
sifat manusia itu mudah bosan dan kurang puas, namun kita tidak boleh terlena
yaitu syukur. Bersyukur masih diberi kenikmatan iman yang tak bisa tergantikan
oleh apapun.
Setiap
pekan ruhiyahku di-charger supaya selalu ada motivasi untuk melakukan agenda
yang bermanfaat. Setiap hari agenda tilawah tak luput dari agenda wajibku,
mencari ilmu dengan berbagai cara itulah rutinitasku, mengenal masyarakat
itulah kewajibanku.
Suatu
waktu aku pernah berfikir, buat apa sih aku berpusing-pusing melakukan semua
ini. Bahkan, aku harus mengobarkan harta untuk segudang aktivitas yang aku
tidak tau dampak realnya bagi aku seperti apa. Dasar keyakinan yang aku imani
adalah selama kita yakin masih punya Allah maka kebaikan yang kita lakukan akan
Allah ganti dengan kebaikan yang lain. Masih ingatkah janji Allah yang berbunyi
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya Dia (Allah) akan
melihat (balasan)nya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar