Masih banyak orang yang beranggapan bahwa wanita tidak pantas untuk
berpartisipasi dalam dunia politik bahkan mengenal politik saja masih dinilai
asing. Karena memang secara psikologi seorang wanita ketika menjadi pemimpin
lebih mengedepankan perasaan daripada ideologinya, dan itu menjadi kelemahan
wanita ketika sudah berkecimpung di dunia politik.
Asumsi dunia barat kepada kaum hawa tentang
pastisipasinya dalam ruang publik adalah wanita dianggap lemah, baik secara
fisik ataupun mental. Asumsi inilah yang menjadikan munculnya gerakan kesetaraan
gender dan feminisme. Bahkan dalam kasus ibadah sholat, kedudukan shaf wanita dalam
sholat sejajar dengan pria.
Hal itu sangat bertentangan dengan islam, kita belajar islam secara
syumul (keseluruhan) tak terkecuali ilmu politik. Islam tidak melarang wanita
menjadi pemimpin. Contoh pada zaman nabi Sualaiman ialah ratu Bilqis yang berhasil memimpin negaranya. Ini sebagai
bukti bahwa wanita itu mampu untuk menjadi pemimpin, namun tidak untuk pemimpin
keluarga. Pemimpin keluarga tetap menjadi tanggung jawab sorang pria.
Islam telah memposisikan wanita ditempat mulia sesuai dengan
kodratnya. Dr. Yusuf Qardhawi mengatakan bahwa wanita memegang peran penting
dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Bahkan ada yang mengatakan “jika
akhlak wanitanya rusak maka rusaklah negara”. Seorang wanita juga tidak
melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik bagi anak-anaknya, dan
mampu menjadi istri yang sholihah bagi suaminya. Karena ibu adalah madrasah pertama
bagi anak-anaknya, jika mampu mempersiapkan wanita yang baik maka itu artinya
mempersiapkan negara yang baik juga.
Syeikh Hasan Al-Banna menyatakan bahwa politik adalah memperhatikan
urusan umat, luar dan dalam negri, intern dan ekstren, secara individu dan
masyarakat secara keseluruhan bukan terbatas pada kepentingan golongan semata.
Jika di Indonesia diberlakukan 30% wanita perwakilan dalam
parlemen. Insya Allah keterlibatan wanita dalam dunia politik mampu menjadikan
wanita peduli dengan politik dan negara ini akan menjadi lebih baik J
Wallahua’lam. Semoga bermanfaat J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar