Aku rindu, benar-benar rindu dengan zaman itu. Ketika aku dulu sampai bela-belain ikut mabit, tpi sekarang?? Boro-boro ada mabit, syuro aja sering telat. Ikut dauroh yang sampek dibelain ngorbanin kuliah dan kabur dari ma’had, sekarang?? Boro-boro ikut dauroh, ikut kajian aja bolong-bolong. Berhenti sejenak, tiba-tiba air mata ini menetes. Teringat pesan ummi ketika aku bandel, hampir satu bulan nggak ikut liqo gara-gara merajalelanya teroris saat itu, pesen dari ummi intinya da’wah ini yang meneruskan kamu mbk, sampai saat ini pesen itu yg menancap dalam pikiranku.
Aku menulis ini diiringi dengan lagunya izzatul islam yg judulnya tekad, biar hati ini luluh bahwa perjalanan ini masih panjang.
Aku iri dengan kalian yang selalu bertanya tentang kesibukan jamaah ini, walaupun aku sendiri bingung harus menjawab seperti apa. Aku iri dengan kalian yang sering ikut aksi di jalan yang punya chemistry tersendiri. Aku iri, aku rindu, benar-benar aku rindu. Aku pernah berpikiran untuk sejenak mengasingkan diri dari jamaah ini, namun apa daya, percuma bahkan nggak ada hasil jika mengasingkan diri.
Maafkan aku jika selama ini selalu mengkritik, selalu bawel, selalu egois, karena aku hanya ingin dalam jamaah ini serius dan nggak main-main. Aku tau kalian semua sibuk, bahkan lebih sibuk dari seorang pejabat. Tapi apakah kalian ingin perlahan jamaah ini sekedar formalitas tanpa didasari ikatan ukhuwah.
Lirik lagu Tekad (Izzatul Islam)
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho di hati
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi
Robbi….
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak menumbang kezaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi dakwah ini , jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi
Aku menulis ini diiringi dengan lagunya izzatul islam yg judulnya tekad, biar hati ini luluh bahwa perjalanan ini masih panjang.
Aku iri dengan kalian yang selalu bertanya tentang kesibukan jamaah ini, walaupun aku sendiri bingung harus menjawab seperti apa. Aku iri dengan kalian yang sering ikut aksi di jalan yang punya chemistry tersendiri. Aku iri, aku rindu, benar-benar aku rindu. Aku pernah berpikiran untuk sejenak mengasingkan diri dari jamaah ini, namun apa daya, percuma bahkan nggak ada hasil jika mengasingkan diri.
Maafkan aku jika selama ini selalu mengkritik, selalu bawel, selalu egois, karena aku hanya ingin dalam jamaah ini serius dan nggak main-main. Aku tau kalian semua sibuk, bahkan lebih sibuk dari seorang pejabat. Tapi apakah kalian ingin perlahan jamaah ini sekedar formalitas tanpa didasari ikatan ukhuwah.
Lirik lagu Tekad (Izzatul Islam)
Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kedzaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini , darah ini sepenuh ridho di hati
Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran , siapapun pemanahnya
Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya Ridho Ilahi
Robbi….
Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap dilontarkan dan menghujam
Menembus dada lantakkan keangkuhan
Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak menumbang kezaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi
Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan
Kami pisau belati yang selalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah akan padam
Tuk arungi dakwah ini , jalan panjang
Asalkan ikhlas dihati menuju jannah Ilahi Rabbi
*Tulisan di siang hari dari seorang yang merindukan kalian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar