Kamis, 06 Oktober 2016

Bersyukurlah, pilihan Allah itu yang terbaik

Sampai saat ini statusku masih sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Malang, di Malang aku benar-benar di tempa oleh kehidupan yg kadang rumit layaknya ibu kota namun tak serumit jekardah.
Beberapa kali aku harus berkorban waktu lebih ketika di Malang, walaupun rumah asliku hanya berada di Blitar yg hanya di tempuh kurang lebih 2 jam dan masih memungkinkan setiap sepekan sekali pulang ke rumah untuk bertegur sapa bersama keluarga, namun aku memilih sebuah pilihan layaknya anak Rantau yg jarang pulang.

Tak terasa kuhabiskan waktu selama 4 tahun di Malang dg berbagai resah dan gelisahnya sebagai mahasiswa dan aktivis pergerakan. Tak jarang berangkat pagi dan pulang malam semacam bang toyib :3

Namun kini aktivitasku berubah drastis, walaupun masih berstatus mahasiswa yg sok sibuk ngerjakan tugas akhir. Kali ini aku berkesempatan berkumpul dg para penghafal Al-qur'an di salah satu lembaga di kota Blitar.

Beberapa kali sempat bolak-balik Blitar-Malang untuk menyelesaikan tugas yg blm rampung, namun sesekali aku 'nyolong' waktu untuk berkumpul bersama para aktivis pergerakan agar aku bisa meng-update informasi yg selama ini kurang karna terbatasnya waktu dan jarak berkumpul bersama mereka lagi.

Mungkin banyak menganggap aku berada di zona nyaman yg tinggal menikmati fasilitas apapun di Blitar, namun merasa kehilangan keabadian menjadi aktivis pergerakan. Aku sering jenuh dg kondisi yg beberapa kali menghilang, seperti diskusi, aksi dan kesibukan yg sampai membuatku lelah 😥

Ahh, mungkin itu yg terbaik ketika aku harus mengorbankan waktu untuk daerahku sendir, yg orang² bilang bahwa kita harus 'kembali ke desa'. Kembali ke masyarakat.

Zona nyaman yg terkadang membuatku lupa untuk bersyukur (astaghfirullah), dibandingkan dulu ketika di Malang untuk makan aja hanya 2kali sehari, namun ketika di Blitar bisa sampai 4kali makan. Hehe
Dan kenikmatan² lain yg blm aku dapatkan di Malang ternyata Allah tunjukan disini dg jalan yg berbeda.

Orang 'makmur' blm tentu bahagia, tapi orang bersyukur pasti bahagia^^

Bismillah
Semoga semakin dewasa dan semakin bersyukur menerima keadaan 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar