Rabu, 28 Desember 2016

Kisah cintaku hingga ke pelaminan 💗

Berawal dari keinginan menikah muda yg sejak dibangku sekolah, aku menginginkan menikah di usia 23 tahun. Memang dengan latar belakang keluarga yg insya Allah baik, tidak membolehkan yg namanya pacaran, bolehnya pacaran setelah menikah :3

Bagiku ini hal terberat karna lingkungan sekolahku termasuk lingkungan yg bebas, segala bentuk kisah cinta remaja mewarnai dunia sekolah.

Singkat cerita, ketika kuliah mendekati semester akhir kuberanikan diri mengajukan proposal pernikahan ke murabbi di Malang, aku menunggu sebuah kepastian hingga akhirnya kuputuskan harus mutasi dari Malang. Saat itu pernah terbersit untuk tidak melanjutkan penantian kabar yg di Malang, aku hanya berdo'a dan berdo'a.

Hingga akhirnya saat aku berada di zona nyaman ada sebuah proposal yg terkirim di WAku ketika malam hari. Aku baca, aku pelajari dan sampai aku beberapa kali galau karna proposal yg tiba-tiba datang. Istikharah adalah senjataku untuk menentukan sebuah kepastian, setelah itu aku meng-iya-kan untuk melanjutkan sebuah proses.

Tepat dimana kita memperingati hari sumpah pemuda 28 Oktober 2016, kau datang bersama teman dan murabbimu untuk menyatakan 'sumpah' dihadapan keluargaku dengan niat menikah denganku. Aku hanya diam terpaku tak tau harus berkata apa ketika kau dihadapanku dengan sebelumnya aku mengenalmu hanya lewat sebuah proposal.

Sebuah jawaban belum aku jawab saat itu juga, aku masih ingin beristikharah. Jawaban hanya kusampaikan lewat ummi setelah 3hari sebuah pertemuan. 13 November 2016 kau datang untuk kedua kalinya bersama keluarga, yg kata orang ini sebuah pertemuan lamaran. Aku tetap berdoa dan berharap agar kegalauanku tidak berujung frustasi, shalat istikharah tetap aku lakukan agar aku mendapat ketenangan.

27 November 2016 pertemuan ketiga aku berkunjung kerumahmu untuk meminta sebuah kepastian, penentuan tanggal dan segala macamnya kita selesaikan bersama. Hingga saatnya tiba di Bulan Desember 2016 tepat tgl 25 jam 09.00 kau mengatakan sumpah itu didepan penghulu. Alhamdulillah segala prasangka itu hilang semua setelah aqad nikah karna memang ini hanya perkenalan singkat dan beberapa kali membuatku bingung ketika ditanya teman² "dirimu itu seperti apa", dan terkadang aku hanya menjawab kita dikenalkan lewat sebuah lembaga.

Prasangkaku yg hingga saat ini membuatku khilaf adalah ketika sebelum menikah aku mengenalmu bukan sebagai kader kammi, padahal aku ingin menikah dengan kader kammi hanya karna aku ingin kita sama² faham dan mengerti keadaan satu sama lain. Ini hal yg aku ikhlaskan, beberapa kali aku mengatakan kepada teman²ku bahwa dirimu bukan orang yg mereka kenal.


Pada akhirnya setelah pernikahan ketika kita saling cerita, kau mengatakan bahwa dulu pernah aktif di KAMMI (akhirnya aku  bisa bernafas lega). Ternyata jodohku g jauh² dari yg namanya KAMMI  ðŸ™ˆ

KAMMI Malang
❤
KAMMI Madiun

1 komentar:

  1. demi apapun, cintamu bersemi tak jauh dari KAMMI mbak?
    AB berapa mba? misuanya?

    BalasHapus