Senin, 09 Desember 2013

Minimnya Apresiasi Pemerintah kepada Pendidikan

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini masih rendah. Berdasarkan survei United Nations Educational, Scientific and Organization (UNESCO) terhadap kualitas di negara-negara berkembang, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru berada pada level 14 dari 14 negara.
            Sungguh ironi melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Apakah ini karena faktor kurikulum atau pendidik?? Kurikulum yang sudah sering diganti, namun kenapa tetap tidak ada perubahan? Atau pendidik yang belum bisa memahami kurikulum, atau yang lain? Memang di Indonesia ini kurangnya apresiasi terhadap guru, di negara Finlandia misalnya apresiasi terhadap guru luar biasa, mulai dari gaji yang diterima guru sangat tinggi bahkan melebihi dokter dan menjaga kualitas guru dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru.
            Melihat kondisi pendidikan di Indonesia memang sangat berbeda dengan negara lainnya terutama dalam Asia. Jepang misalnya yang kurikulumnya sangat dijaga mulai dari ujian masuk sampai subsidi uang dari pemerintah. Matapelajaran yang ada di jepang juga lebih sedikit dibandingkan dengan Indonesia.

            Permasalahan pendidikan yang seperti ini tidak bisa dibiarkan mengakar sampai nantinya, karena masa depan Indonesia nantinya dilihat dari kondisi pemuda-pemudi Indonesia saat ini. Jika pendidikan hanya dinikmati oleh mayoritas orang yang berkelas artinya mereka mampu dari segi finansialnya, maka bentuk apresiasi hanya bisa dinilai dengan uang. Terutama dalam bidang pendidikan, jika hanya dinilai dengan uang maka pendidikan itu hanya sekedar formalitas dan permainan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar