Kualitas
pendidikan di Indonesia saat ini masih rendah. Berdasarkan survei United
Nations Educational, Scientific and Organization (UNESCO) terhadap kualitas di
negara-negara berkembang, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan
untuk kualitas para guru berada pada level 14 dari 14 negara.
Sungguh ironi melihat kondisi pendidikan
Indonesia saat ini. Apakah ini karena faktor kurikulum atau pendidik?? Kurikulum
yang sudah sering diganti, namun kenapa tetap tidak ada perubahan? Atau pendidik
yang belum bisa memahami kurikulum, atau yang lain? Memang di Indonesia ini
kurangnya apresiasi terhadap guru, di negara Finlandia misalnya apresiasi
terhadap guru luar biasa, mulai dari gaji yang diterima guru sangat tinggi
bahkan melebihi dokter dan menjaga kualitas guru dengan cara memberikan
pelatihan-pelatihan kepada guru.
Melihat kondisi pendidikan di
Indonesia memang sangat berbeda dengan negara lainnya terutama dalam Asia. Jepang
misalnya yang kurikulumnya sangat dijaga mulai dari ujian masuk sampai subsidi
uang dari pemerintah. Matapelajaran yang ada di jepang juga lebih sedikit
dibandingkan dengan Indonesia.
Permasalahan pendidikan yang seperti
ini tidak bisa dibiarkan mengakar sampai nantinya, karena masa depan Indonesia
nantinya dilihat dari kondisi pemuda-pemudi Indonesia saat ini. Jika pendidikan
hanya dinikmati oleh mayoritas orang yang berkelas artinya mereka mampu dari
segi finansialnya, maka bentuk apresiasi hanya bisa dinilai dengan uang. Terutama
dalam bidang pendidikan, jika hanya dinilai dengan uang maka pendidikan itu
hanya sekedar formalitas dan permainan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar