Rabu, 25 Desember 2013

Mencari Ukhuwah Di Persimpangan Jalan



       Ketika aku harus memilih dalam perjalanan hidupku, seakan-akan aku merasa terjebak. Entah, ini takdir atau kebetulan. Sebuah pilihan hidup yang harus kujalani. Aku tidak menyesal bertemu dengan mereka, bahkan aku merasa nyaman berada di sekitarnya.
       Disaat aku berjalan melewati jalan setapak. Bagiku tempat itu asing. Tak ada yang kukenal dan tak ada yang mengenalku. Aku hanya berbekal kenyakinan untuk melangkah. Terus kulewati, hingga aku lelah. Aku ingin berbalik ke belakang, namun aku semakin tak tau arah. Ya Allah, harus kemanakah aku?? Aku ingin menangis, teriak sekeras-keras agar semua orang tau, bahwa aku membutuhkan kalian. Langkahku semakin pelan bahkan pelan, seperti orang yang sedang mencari semut di dalam tempurung. Ah, rasanya ingin berhenti, rasanya ingin menghempaskan tubuh ini diatas kasur yang empuk, nyaman, tak ada yang mengganggu.
       Aku istirahat dipinggir sungai yang airnya mengalir tenang, ada beberapa ikan kecil yang asyik bermain. Aku melihat sekilas, keasyikan ikan-ikan yang asyik bermain di tengah-tengah air yang tenang. Aku jadi iri melihat mereka. Aku merasakan kesejukan ketika melihatnya. Aku ingin seperti mereka, senyuman ikan-ikan kecil yang mengembang dan keindahan warna tubuh mereka seperti pelangi yang merindukan awan.
       Wajahku kembali sumringah melihat ikan-ikan yang menggemaskan. Kulanjutkan perjalananku, aku yakin suatu saat nanti aku bisa bahagia seperti mereka. Kupandangi awan yang mulai mendung dan sinar matahari yang mulai malu menampakkan dirinya. Aku tersenyum melihat mereka, mungkin melihat tingkahku yang aneh. ^_^ Ketika hati ini sedang berkecamuk marah bahkan untuk melangkahpun tidak tau arah, tapi aku yakin hari esok masih menanti kehadiranku.
       Langkahku tiba-tiba berhenti, aku menemukan 2 jalan yang aneh. Jalan yang sama sekali belum aku temui. Ketika aku akan berjalan ke kiri, aku merasa ada kegundahan, merasa takut,  gemeteran dan rasanya ingin lari. Ketika aku berjalan ke kanan, aku merasa nyaman, tenang seakan-akan ada teman yang menemaniku. Namun, setelah berjalan jauh aku merasa lelah, ketenangan itu lama kelamaan hilang, aku merasakan kesepian, jalanku mulai tertatih-tatih.
       Langkahku terhenti, aku melihat taman. Tempat itu seperti tempat yang pernah kutemui ketika aku bertemu dengan tiga gadis cantik yang mengajakku ke tempat singgasana mereka. Pada akhirnya aku mengenal mereka, aku memilih bergabung bersamanya karena ketenangan dan nyaman ketika aku berada disisi mereka.
       Aku masuk ke dalam taman, namun aku tak menemukan apapun. Ah, mungkin perasaanku saja yang hanya menanti kerinduan.

Ketika aku berdiri sendiri, melangkah sendiri walau tertatih-tatih. Namun, aku yakin Allah masih bersamaku. ^_^
La Tahzan. Innallah maana ^_^


2 komentar: